Uji Nyali Mendaki SkyPoint Gold Coast

[disclaim]Disclaimer: I won a blogging contest held by DwidayaTour in cooperation with Tourism and Events Queensland. I was a guest of SkyPoint Climb but all opinions are my own. Please refer to my PR page for further information.[/disclaim]

Berani nggak uji nyali mendaki ke atas gedung tertinggi di Australia?

Saya udah lho!

Salah satu tempat yang wajib dikunjungin kalau lagi jalan-jalan ke Gold Coast, Queensland, Australia itu pastinya si SkyPoint Climb ini. Kenapa? Duh, cyin…pemandangan dari atas itu cakeeep banget!

Awal tahun kmaren saya beruntung banget bisa menangin lomba blogging yang dibikin DwidayaTour dan Tourism Board-nya Queensland (TEQ). Berangkatnya pas pula di hari ulang tahun saya. Masih inget tulisan saya soal 10 Alasan Untuk Mengunjungi Queensland kan? Nah, tulisan itu yang bikin saya bisa jalan-jalan dan menikmati hal-hal unforgettable di Gold Coast.

Nah, postingan pertama saya ini untuk berbagi pengalaman saya naik ke atas gedung Q1 di Gold Coast yang sudah jadi salah satu gedung paling iconic di Australia.

SkyPoint Climb Review | Scoops of Joy

Nama Tempat:         SkyPoint Climb

Lokasi: Lokasi SkyPoint ini ada di dalam gedung Q1 lantai 77. Surfers Paradise Boulevard, Surfers Paradise, Gold Coast. Dari pusat Surfers Paradise tinggal jalan kaki, pasti keliatan kok gedungnya.

Jenis-jenis paket yang ditawarkan SkyPoint:

  1. Dayclimb – Pendakian siang hari
  2. Twilight Climb – Pendakian yang ini khusus dijadwalkan untuk sambil ngeliat sunset dan pemandangan 360 derajat yang pasti luar biasa cakep.
  3. Morning Climb and Dine Package – Khusus paket ini hanya tersedia di hari Jumat, Sabtu dan Minggu mulai jam 7:20 pagi dan setelah pendakian peserta bisa menikmati buffet sarapan di Observation Deck.
  4. Day Climb and Dine Package – Paket ini untuk pendakian siang hari dan bisa bebas makan buffet setelah mendaki – mungkin lapar yah habis uji nyali?
  5. Twilight Climb and Dine Package – Paket yang ini juga keren karena selain bisa ngeliat sunset dan dapat makan malam mereka juga ngasih paket foto souvenir.

Persiapan Pendakian:

Yang pertama kali wajib dilakukan tuh tanda tangan formulis Climber Disclosure yang intinya sih menyatakan kalo kita nggak punya penyakit-penyakit yang dilarang untuk pendakian. Setelah itu, Pete – guide-nya ngebriefing kita namanya juga mau mendaki setinggi 230 meter dari atas permukaan laut jadi yaw ajar lha kalau soal keamanan dianggap serius. Kita sampe harus tes alkohol – dengan alat yang mirip-mirip microphone, jadi kita tinggal ngomong aja di depan si mic ini dan otomatis alatnya akan nunjukin kadar alkohol kalau emang kita habis minum. Kalo nggak minum yah aman angkanya akan nol.

Pastiin juga untuk pake sepatu tertutup karena sandal dan sepatu yang banyak talinya (sandal gunung juga nggak boleh) dilarang. Perhiasan wajib dicopot, jangan takut mereka nyiapin locker kok. Kacamata hitam boleh juga dipake untuk mendaki nanti akan di attached ke climb suit.

Abis pake jumpsuits-nya, Pete ngajarin kita caranya pake safety harness dan mastiin semuanya terpasang dengan baik. Setelah harness baru kita dikasih salah satu alat lagi yang lumayan berat dan yang akan menghubungkan kita dengan railing yang ada di pinggiran tempat mendaki. Bentuknya kayak gini:

The Climb Jumpsuits

All buckled and secured!

Pengalaman Seru:

Dari lantai dasar kita naik lift – salah satu yang tercepat di dunia – ke lantai 77 dan hanya butuh waktu 43 detik saja dari bawah ke atas. Gila, cepet banget!

Karena saya ngedakinya dapat yang private, saya ‘ditaro’ di tengah diantara 2 cewek dan 2 cowok yang semuanya dari Singapur.

Awalnya sih saya biasa aja karena emang nggak takut ketinggian, tapi giliran harness pengamannya udah dicantolin ke railing pengaman sebelum kita satu-satu disuruh naik ke atas tangga, baru deh lutut saya berasa lemes dan telapak tangan keringatan. Cuacanya pas banget sih buat naik ke puncak SkyPoint ini karena nggak berangin dan nggak panas juga. Selama ‘perjalanan’ kita wajib megang kepala harness pengaman yang terpasang di railing dengan tangan kiri.

The safety harness secured to the side railing

Ya Tuhan cakeeeepnya!!!” Itu yang nongol di kepala saya waktu kita berhenti di platform pertama dan mata disambut pemandangan cantik Gold Coast. Di depan kita, laut dan pantai bersih sepanjang mata, di belakang kita, pemandangan kota Gold Coast sampai ke daerah pegunungannya. Semuanya kelihatan! Tau nggak sih Gold Coast itu ternyata punya kanal air jauh lebih banyak dibandingkan Amsterdam dan Venice dijadiin satu. Dari atas SkyPoint itu bisa ngeliat dengan jelas kanal-kanal sepanjang kota Gold Coast.

Rasanya nggak percaya kalo saya berdiri diketinggian 230 meter dari permukaan laut!

Sebetulnya pengunjung SkyPoint nggak boleh bawa kamera ke atas – guidenya sudah bawa kamera sendiri dan tentu saja nanti fotonya bisa kita beli, beruntungnya karena saya barengan rombongan social media influencers dari Singapur, jadi deh saya boleh bawa kamera. Kamera diamankan secara maksimal deh pokoknya, lensanya juga sampai dikasih lakban biar nggak copot dan kameranya sendiri dicantolin dengan tali pengaman yang disangkutin di climb suit. Pemandangan dari atas cantik banget yah?

Canals of Gold Coast, Queensland

This view!

Gorgeous View

Di salah satu platform yang besar dekat dengan puncak pendakian, si Pete bilang “Ayo kalo mau foto gila-gilaan silahkan. Misalnya seperti ini…” dia nyontohin posisi seperti di foto ini. Dia nyaranin kita satu-satu untuk nyoba sambil difoto. Aduh! Pas giliran saya, saya cuman berani lepas satu tangan aja. Cowok-cowok setelah saya sih pada berani dan bergaya gila-gilaan.

Look, no hands!

Sampai di puncak, kami ngobrol banyak dengan Pete yang dengan ahli nyeritain macam-macam hal soal SkyPoint dan soal Gold Coast ke kami sampai cerita sejarah asal muasal nama Gold Coast itu sendiri. Dulu jaman perang dunia kedua, para tentara yang berlibur ke pantai di Gold Coast menyebut wilayah itu “Gold Coast” karena warna pasir pantainya yang memang keemasan. Seru juga ternyata sejarahnya. Sambil dengar cerita ini ya kita jadi punya kesempatan untuk foto-foto dan terkagum-kagum dengan pemandangannya.

Mulai dari awal pendakian sampai selesai makan waktu sekitar 90 menit dan kami masing-masing dikasih free complimentary untuk cuci mata di Observation Deck (setelah ganti baju pastinya) tapi sayangnya karena saya udah capek banget secara baru mendarat di Brisbane subuh dan selama di pesawat nggak bisa tidur jadi rasanya udah kecapean. Akhirnya saya balik ke hotel dan istirahat sebentar.

Kesimpulan:

Berani terima tantangan mendaki ke atas puncak SkyPoint? Berani dong ah! Kecuali emang ada kondisi medis khusus yah. Salah satu cewek yang naik sama saya malah sebenernya takut ketinggian lho tapi dia nekad berani naik juga. Salut deh!

Pasti deh bakalan jatuh hati sama kecantikan Gold Coast – apalagi kalo sudah sampai di puncak dan ngeliat pemandangan dari sana. Iya sih awalnya rada-rada takut tapi percaya deh aman kok. Harness mereka bisa nahan beban sampai 2,000 ton lho dan para guidenya juga selalu memastikan keamanan kita.

Contact:

SkyPoint

Level 77 of Q1 Resort,
9 Hamilton Avenue, Surfers Paradise,
Queensland, 4217 Australia

PO Box 1495,
Surfers Paradise,
Queensland, 4217 Australia

General Enquiry

SkyPoint Observation Deck

Phone: +61 7 5582 2700
International Phone: +61 7 5582 2700
Facsimile: +61 7 5582 2777
International Facsimile: +61 7 5582 2777
Email: info@skypoint.com.au

SkyPoint Climb

Phone: +61 7 5680 7700
Email: info@skypointclimb.com.au

Follow SkyPoint Climb on Facebook, Instagram and Twitter

Comments

comments

Follow:
Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Find me on: Twitter | Facebook

Share:

3 Comments

  1. March 18, 2016 / 5:14 pm

    Cakep banget Mbak Maureen! Hehe, dulu baca yg queensland post, dah firasat yg menang pasti Mbak Maureen. Selamat ya Mbak. Keren tulisannya. Semoga saya punya kesempatan dan rejeki ke Queensland suatu saat nanti.

  2. March 20, 2016 / 8:05 am

    Pemandangannya bagusss banget. Semoga kapan kapan aku juga bisa nyobain. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.