6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris

Sebenarnya sudah lama saya pengen nulis soal ini tapi karena banyak alesan – yes, too much excuses lah sebenernya – jadi ketunda-tunda terus. So, kali ini saya share beberapa tips blogging dalam Bahasa Inggris untuk yang tertarik ngeblog in English.

6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris

6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris

Disclaimer dulu ya saya bukan guru Bahasa Inggris dan tips di bawah ini purely dari pengalaman nulis dalam Bahasa Inggris selama ini. Untuk yang baru kenal, saya sudah ngeblog dari tahun 2004 dan mayoritas tulisan saya memang berbahasa Inggris.

Kenapa Bahasa Inggris sih? Sebenarnya ini lebih ke pilihan pribadi alias personal preferences aja, saya sudah jatuh hati nulis dalam Bahasa Inggris dari SMP. Menurut saya, English is a beautiful language karena satu kata bisa memiliki banyak arti dan makna tergantung penggunaannya. Oh ya, saya juga sudah beberapa tahun ini rutin menjadi kontributor di World Moms Network, sebuah portal yang isinya penulis Ibu-Ibu dari beragam negara. Tulisan saya juga beberapa sudah dimuat di website berbasis Bahasa Inggris lainnya.

Okay, so here are my tips:

1. Beranikan Diri Untuk Menulis!

Ini modal utama dulu, sama seperti dengan berbicara dalam Bahasa Inggris, kebanyakan dari kita suka malu untuk memulai karena takut dianggap tidak sempurna. Prinsipnya sama dengan blogging dalam Bahasa Inggris. Mulai saja dulu, nggak usah malu. Saya aja kadang kalau baca-baca lagi tulisan lama suka malu sendiriΒ takjub karena sekarang bisa ngenalin kesalahan-kesalahan yang dulunya nggak saya sadari. Practice makes perfect! Belum berani publish di blog? Coba dimulai dengan menulis journal/diary di rumah.

2. Sering-sering Baca.

Ini serius lho! To be able to write beautifuly, then you must read and read often! Kenapa penting? Karena dengan sering baca buku atau artikel berbahasa Inggris kosakata juga akan bertambah, kita jadi bisa mengenali kalimat-kalimat yang tertulis dengan indah. Boleh juga sering-sering mampir di blog saya trus komen, ya itung-itung sekalian latihan kan?

3. Jangan Menterjemahkan Secara Letterlijk!

Contohnya begini: Kita pengen nulis “Saya belum paham cara menulis dalam Bahasa Inggris.”

Ada dua terjemahan nih:

“I do not understand how writing in English.”Β 

atau

“I have yet to master the art of writing in English”Β 

Kira-kira mana yang lebih enak dibaca (atau didengar?)

Menterjemahkan secara letterlijk alias per kata kadang justru membuat kalimatnya jadi aneh. Intinya, jangan menulis dengan menterjemahkan kata per kata, sebaiknya pikirkan kalimat yang mau kita tulis dalam bahasa Inggris jadi nanti tinggal dirapihkan saja. Kecuali kalian penterjemah handal boleh lah menterjemahkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris (believe me, translation is hard work!)

4. Spell Check! Spell Check!Β 

Nah, mau tau rahasia spell check untuk memastikan tulisan kita nggak ada yang salah? Ladies and gentlemen, meet Grammarly! Grammarly ini bukan hanya ngecheck spelling kita tapi juga memeriksa grammar, punctuation, sampai pilihan kata. Pokoknya ini program tercinta saya deh! Untuk pengguna Chrome bisa menginstal app-nya juga jadi bisa makin PD kan blogging pake Bahasa Inggris.

5. Keep it Simple!

Blogging kan dasarnya lahir dari hobi menulis kan, so make it fun! Nggak usah gunakan kosakata Bahasa Inggris yang baku banget. Kita bukan sedang nulis literatur kelas tinggi atau even worse, thesis kan? Jadi gunakan saja kosa kata sederhana. Lama-lama kosa kata juga akan berkembang dengan semakin banyak latihan.

6. Berhenti Mengejar Kesempurnaan!

Seriously tho, menulis dengan baik (juga enak dibaca dalam Bahasa Ingggris) emang susah-susah gampang. Saya saja sampai saat ini masih merasa I can do better than this, alias masih merasa tulisan saya bisa lebih baik lagi. Selalu ada keinginan untuk memperbaiki cara menulis and that’s a good thing! Tapi perlu diingat juga bahwa proses belajar ini adalah proses gradual. Jadi semakin sering kita menulis, semakin bagus juga kualitas tulisan kita nantinya walaupun nggak ada jaminan juga kalau tulisan kita suatu saat dimuat di New York Times misalnya.

[Tweet “6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris “]

Jadi gimana? Yuk, tahun ini beranikan diri untuk lebih nyaman ngeblog dalam Bahasa Inggris.

Follow:

Comments

  1. esthy wika
    January 22, 2018 / 11:20 am

    Saya nulisnya sesekali mbak, biar gak lupa aja. Bener juga, sering latihan nulis in English emang beda rasanya daripada pas pertama nulis.

    • January 22, 2018 / 12:14 pm

      Nah iya Mba emang mesti sering-sering dipraktekin. Yuk, Mba semangat πŸ™‚

  2. January 22, 2018 / 12:11 pm

    Saya juga punya blog bahasa inggris bak, saya sadar tulisan saya tidak sebagus pujanga atau penyair yang fasih banget bahasa inggris, intinya yang paling penting, tulisan saya bisa dibaca dan dimengerti.

    • January 22, 2018 / 12:18 pm

      Itu penting Mas Taufik yang penting bisa dipahami πŸ™‚ Nggak perlu kayak pujangga kok.

  3. January 22, 2018 / 3:23 pm

    Kemampuan nulis dlm bhs inggris, menurun banget kalo di aku.. Pdhl dulu di sekolah, guru, teman , tetangga semuanya pake inggris kalo komunikasi. Nulis skripsi pake inggris juga. Balik ke indonesia, masih sempet terlatih krn kerja di perusahaan asing. Tp setelah ga ketemu nasabah secara lgs, blassss nurun, walopun secara pasif aku msh ngerti. Tp bicara dan menulis, jadi lama mikir dulu. Kurang latihan, kurang baca πŸ™ . Kayaknya nanti hrs baca tulisan2mu yg berbahasa inggris, supaya terbiasa lg mba πŸ™‚

    • March 21, 2018 / 11:01 am

      Wah sayang juga Mba, yuks dimulaikan lagi Mba πŸ™‚ Sering baca-baca juga nolong banget.

  4. January 23, 2018 / 8:59 am

    Aku punya blog bahasa Inggris tapi ga keurus. Dulu pernah kursus bahasa Inggris tapi jarang dipake, jadi pada nguap deh. Sayang banget, ya. Padahal pengen bnget cas cis cus ngomong dan nulis pake bahasa Inggris. nih.

    • March 21, 2018 / 11:02 am

      Ayo Mbak coba dimulai lagi, share blognya nanti aku main-main πŸ™‚

  5. Simbok
    January 23, 2018 / 5:23 pm

    Aku gak pernah berani nuli dalam bahasa Inggris. Hahahha. Gak pede aja. Kalo ngobrol malah suka kepedean. Tapi kalo disuruh nulis, umm… gak deh makasih

    Keren tulisan dan tipsnya mbak. Thanks for sharing πŸ™‚

    • March 21, 2018 / 11:03 am

      Hehehe bisa aja dirimu Mbak! Makasih ya πŸ™‚

  6. January 30, 2018 / 10:59 am

    banyakin baca itu bener banget mbak, biar banyak referensi. Aku blog yang ini khusus bahasa inggris, tapi jarang update soalnya perlu waktu berhari hari bikinnya plus proofread, hihi πŸ™‚

    • March 21, 2018 / 11:03 am

      Hehehe nggak papa Mbak, emang lebih lama kadang yah apalagi proofreading tapi seru kok πŸ™‚

  7. February 6, 2018 / 6:42 pm

    yang paling penting harus berani untuk mencoba dan mulai menulis.

  8. September 25, 2018 / 2:30 pm

    Saya sudah mulai

  9. October 30, 2018 / 10:55 pm

    Blogku juga berbahasa gado-gado. Kadang pakai bahasa sendiri. And sometimes in English. In general, I totally agree with your all above points. Let’s write regardless what language you’re using. Yes?

  10. November 17, 2019 / 3:41 pm

    Setuju, kebetulan saya juga punya blog. Awalnya iseng bikin blog trus ditinggal selama setahun ga posting apa2 karena bingung mau nulis apa, akhirnya saya buat tulisan dlm English walau kadang kalau lagi g mood pake b. Indonesia. Ga ada Niche, blog saya cuma berisikan pengalaman dan pendapat pribadi. Tapi saya juga berusaha konsisten utk menulis dlm b. Inggris meski kemampuan English saya ga bagus2 amat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.