Serunya Menjelajah Pegunungan di Queensland, Australia

[disclaim]Disclaimer: Sharing tulisan saya sebagai pemenang DwidayaTour blogging competition bekerjasama dengan Tourism and Events Queensland. I was a guest of Southern Cross Hinterland Tour but all opinions are my own. Please refer to my PR page for further information.[/disclaim]

Southern Cross Hinterland Tour Review

Kalau ditanya soal Gold Coast, Australia pasti kebanyakan bakalan mikiri pantai dan amusement parks yang seru, tapi ternyata masih banyak lho yang bisa diexplore di sana.

Bulan lalu saya beruntung banget bisa dapat kesempatan untuk ikutan tur ke bagian pegunungan Queensland dengan Southern Cross Hinterland Tour.

Barengan dengan beberapa turis lainnya, kami dijemput Tim dari Southern Cross Hinterland Tour dengan van 4WD (4 wheel drive) dan untungnya mungkin karena saya sendiri nggak kayak turis yang lain, saya dapat kursi di depan alias di sebelah Pak Supir. Sebelum berangkat Tim nanyain kita semua mau milih apa untuk makan siang. Pilihannya steak, ayam atau menu vegetarian. Saya milih ayam dan setelah itu Tim ngontak seseorang untuk nyampein pilihan menu kita.

Mobil van yang ukurannya lumayan gede itu ada WiFi gratis juga! Lumayan update-update sos-med kan yah.

Keuntungan duduk di depan bikin saya jadi bebas ngeliat pemandangan dan bisa nanya-nanya ke si Tim. Sabar banget si Bapak itu. Thanks ya Tim!

Mobil van-nya mengarah makin jauh dari pusat kota ke arah pegunungan sambil dengerin penjelasan Tim soal macam-macam hal. Mulai dari penduduk di Queensland sampai rumah-rumah mewah yang punya private yatch dan ada satu rumah yang katanya sih punya Jacky Chan.

Pemberhentian pertama adalah Hillside Tracks yang jalannya yah nggak aspal dan berbukit-bukit. Mirip-mirip off road gitu deh ngelewatin perpaduan hutan Eucalyptus dan hutan tropis. Sampai di puncak track, van berhenti dan kita keluar untuk lihat-lihat sambil foto-foto. Sayangnya kita nggak ngeliat koala di sana.

Hillside Track

Dari sana Tim nganterin kita untuk Morning Tea di The Old Church. Tempatnya kecil tapi asli cantik dan charming banget. The Old Church ini udah ada sejak awal 1900an, tua banget yah tapi karena dirawat baik jadi ya masih dalam kondisi bagus juga. Saya suka banget ngeliat gereja kecilnya, lebih mirip chapel sih sebenernya. The Old Church adalah salah satu icon Gunung Tamborine. Kita disuguhin dengan kopi, teh dan scones di sana. Tim ngajarin kita cara yang bener makan scones – yang mirip banget sama biscuit-nya orang Amerika.

Scones

Old Church

Di dalam wilayah Gunung Tamborine ini ada satu jalan yang isinya toko-toko kecil unik. Kita mampir sebentar di sana untuk cuci mata dan belanja. Yang mau nyobain wine bisa banget mampir di beberapa winery di sana. Saya sih milih jalan-jalan aja sambil foto-foto.

Pemberhentian berikutnya kita masuk hutan ke dalam Taman Nasional Tamborine yang masih dalam wilayah Gunung Tamborine juga. Joalah Section namanya. Kita dikasih informasi macam-macam mulai dari soal hutan, soal ayam kalkum asli Australia yang ukurannya kecil tapi sarangnya gede banget sampai ke jenis rayap yang bisa numbangin pohon. Tim bener-bener guide yang knowledgable deh!

Joalah Section

Kita masuk ke track di Joalah Section dan jalan sampai nemuin Curtis Falls, air terjun kecil yang sayangnya menurut Tim biasanya lebih deras ngalirnya tapi kemaren airnya agak kecil jadi rasanya ya biasa aja.

Kelar urusan hiking-hiking ini, Tim nganter kita ke Spring Gully untuk makan siang. Terletak di kaki Taman National Lamington dan deket dengan sungai Canungra, Spring Gully Stays ini adalah tempat camping yang cantik banget. Mereka nyiapin tenda-tenda untuk camping atau tamunya bisa milih untuk bawa caravan sendiri.

Spring Gully

Makan siang BBQ-an sudah siap pas kita nyampe di sana. Chicken on a barbie – kata orang Australia BBQ itu Barbie. Ibu-ibu yang nyiapin makan siang semuanya ramah dan masakan mereka tuh enak banget. Tempat camping yang jauh dari berisiknya kota, langit biru terang, rumput hijau, udara segar…kita sempet ngeliat wallabies liar (wallabies ini mirip dengan kanguru tapi ukurannya lebih kecil). Can you spot the wallaby?

Find the Wallaby

Kelar makan siang, kita lanjut lagi naik ke atas Taman National Lamington. Jalannya kecil dan belok-belok. Tim ngejelasin mengenai sejarah keluarga O’Reillys dengan lengkap. Ceritanya seru lho, seperti belajar sejarah mengenai asal muasal O’Reillys yang terkenal itu.

Sampai di kawasan O’Reillys Rainforest Retreat, kita masuk ke dalam Booyong Walk, semacam platform kayu yang masuk ke dalam hutan dan di dalamnya ada Tree Top Walk yang adalah 9 jembatan gantung yang tingginya 16 meter dari tanah. Ngeliatin pohon-pohon tropis dari atas jembatan itu rasanya…seru! Pacu adrenalin sekalian secara si jembatannya goyang-goyang.

Booyong walk

Tim sudah nungguin di dekat pohon besar waktu kita selesai dari Tree Top Walk dan ada banyak banget burung Crimson Rosellas yang ngerubungin dia. Ternyata emang itu tempat bird feeding. Cukup heboh karena burung-burung itu mungkin lapar jadi pada berebutan, pake nangkring di atas kepala juga dan mereka nggak takut sama orang. Udah biasa dikasih makan pastinya.

Bird Feeding

Last stop di Taman Nasional Lamington yang kami kunjungin adalah bukit yang namanya Kamarun Lookout. Itu tempatnya cakeeep banget. Duh, pokoknya betah deh di situ berlama-lama. Liat aja foto-fotonya. Ada beberapa turis yang di group saya malah sampai guling-gulingan di rumput lho hahaha.

Kamarun Lookout

Gorgeous View

Tempat terakhir sebelum kita balik ke hotel tuh taman kecil bernama Little Clagiraba Reserve. Kursus kilat bumerang! Seru juga tuh walaupun saya udah biasa megang bumerang sebelumnya tapi pasti ya cuman buat hiasan digantung nggak pernah dilempar. Tim ngajarin kita tehnik ngelempar bumerang yang bener.

Boomerang Lessons

Pokoknya pengalaman main-main ke gunung seharian ini seru banget deh. Thank you Southern Cross Hinterland Tour, thanks Tim!

[question]Kalau kamu lebih suka ke gunung atau ke pantai? Yuk share![/question]

Comments

comments

Follow:
Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Find me on: Web | Twitter | Facebook

Share:

2 Comments

  1. April 9, 2016 / 10:13 am

    Aku suka ke pegunungan mba, suka sama udara sejuknya. Bikin fresh.
    Aku suka sama tempat morning tes nya. Keren dan asri.

  2. April 9, 2016 / 11:55 am

    Wah mantap pegununganya ya mba, saya paling ke bromo probolinggo jawa timur hehehehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.