Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Posts by this author:

Drama Pelakor

Awalnya saya nggak mau nulis soal drama pelakor yang lagi jadi semacam trending topik belakangan ini. Drama pelakor bertebaran di mana-mana.

Drama Pelakor

Drama Pelakor

Tapi kok ya lama-lama ikutan gemes untuk nulis karena hampir setiap hari saya melihat postingan di Facebook dari mereka yang menyerang, mencaci-maki, menghujat pelakor. Viral banget jadi ya mau nggak mau saya ikutan ngeliat. Dan jujur, ngebaca komen-komen itu sadis banget.

Pening cyin…

Yang bikin gregetan ini lebih ke justifikasi untuk cyber bullying dari mereka yang secara berjamaah ikut-ikutan menghakimi si Pelakor.

Di Single Moms Indonesia ada banyak banget kasus di mana perceraian terjadi karena ada sosok ketiga di dalam rumah tangga mereka. Ini juga kok yang kejadian sama saya.

Marah? Pengen jambak? Ya iya lah! Wajaaaar banget say namanya esmosi jiwa.

Tapi seperti yang selalu saya ingetin ke temen-temen di SMI, STOP fokus ke WIL (Wanita Idaman Lain) ini kenapa? Karena satu, kita nggak bisa ngendaliin pihak ketiga ini ya kan, lah suami aja kita nggak bisa kontrol kok kelakuannya! Yang bisa kita kendalikan hanya bagaimana kita bereaksi. We can only control ourselves, mak! Kedua? Suami (atau mantan suami) punya pilihan kok mau selingkuh atau nggak. They have free will! Celana mereka nggak jatuh dengan sendirinya setiap kali ada perempuan yang mendekat dan bermanis manja.

Saya ngerti banget gimana sakitnya dikhianatin pasangan yang awalnya berjanji sehidup semati. Bok, I’ve been there before! Dulu saya juga awalnya nyalahin pihak ketiga ini karena jujur nyalahin orang lain lebih gampang daripada berkaca dan instrospeksi ke dalam. Butuh waktu panjang untuk menyadari kalau saya nggak bisa nyalahin mereka aja tanpa meminta mantan juga bertanggung jawab atas pilihan-pilihan yang dia ambil.

Kesimpulannya:

  • Pelajari pola lakinya dong! Mbak-mbak, kalau dulu udah tau kalau lakinya playboy nggak jelas yang hobi gonta-ganti perempuan apa yang bikin dirimu yakin setelah nikah dia bakalan bertobat? Situ Tuhan bisa ngubah tabiat seseorang belum lagi kalau ternyata si laki ini sex addict! Damn, then you’re in for a rude awakening, honey! Setelah saya cerai saya baru tahu ternyata mantan suami punya sejarah panjang perselingkuhan. Jeeeeng jeeeeng…jadi emang beliau nggak bisa setia pada dasarnya dan saya waktu itu terbutakan cinta.
  • Kalau dulunya si laki suka ngejelek-jelekin mantannya ke kamu…duh Mbak ini mah red flag abis! Kenapa? Biasanya laki model begini yah SOP (Standard Operation Procedures)-nya sama. Dengan ngejelekin mantan (bisa mantan istri atau mantan pacar) dia kan lagi kampanye mencari simpati kamu. Naaaah, ini biasanya polanya keulang lagi di perempuan-perempuan lain yang jadi korban. Si Mbak-nya itu jatuh iba lalu jatuh cinta deh setelah denger Pak Suami terjajah bini dan tersiksa lahir batin. Again, ini juga kejadian sama saya.
  • Laki-laki itu bukan barang! Bukan objek yang bisa direbut, dicuri atau nggak punya otak – eeeh, tapi ada juga sih beberapa kasus yang si laki emang otaknya nggak ada (atau kejedot mungkin!). Yang namanya free will berlaku di sini. Enek lho saya baca komentar yang bilang “Yah namanya juga laki kayak kucing aja, kucing mana yang dikasih ikan nolak.” Jiahahahaha segitu hina dinanya self control kaum pria sampai disamakan dengan kucing yang nggak punya akal sehat? Duh, please deh stop dengan pembenaran-pembenaran patriarkis begini!

via GIPHY

Dulu pernah saya nulis blog post penuh emosi jiwa waktu baca artikel soal laporan studi kepada cowok-cowok anak kuliahan yang katanya nggak bisa setia lalu artikel itu bilang “Ok, kalo begitu sah laki-laki memang tidak ditakdirkan untuk monogami.” Preeet!

Kesimpulan saya nih ya setelah banyak baca, banyak juga denger dari laki yang hobi main perempuan, dari perempuan yang sudi jadi pihak ketiga, dan dari perempuan yang milih untuk bercerai: it takes two to tango! Nggak bener dong kalo nyalahin perempuannya aja lah lakinya juga bangke!

Ada banyak lho Mbak kejadian di mana si pelakor ini malah nggak tahu kalau laki yang nguber-nguber dia itu masih punya anak bini dan belum resmi cerai alias yah ketepu juga sama Penjahat Kelamin eh, si laki. Ada juga yang terlena karena dijanjiin sama si laki kalau dia sedang proses cerai. Ada juga yang secara sadar ya emang bersedia jadi bini kedua, ketiga, dan seterusnya kalo ini sih ya udah lah biarin aja karma yang bales, Sis!

Saya setuju banget sama tulisan Neng Lita di blognya soal pelakor ini dan gimana kaum perempuan malah jadi saling berantem, gampar-gamparan sementara yang laki (PELAKU SELINGKUH!!!) dimaklumin dan dapet free pass karena “Yah namanya juga laki.” Ngok! Basi banget alesan begini.

Nah untuk kita para perempuan please deh, stop jadi pejuang jempol yang gampang banget nge-share tautan berita soal pelakor lalu ikutan mencaci-maki. Kita nggak pernah tahu kondisi sebenarnya dari pernikahan orang lain. Paling gampang sih emang klik share tapi pleaseee belajar menahan diri. Belajar untuk lebih bijak berinternet ria. Nggak semua yang kita lihat itu perlu dishare ulang apalagi dibumbui emosi.

Setuju Bu-Ibu?

Cus lah, mendingan kita ngopi-ngopi aja ngomongin hal-hal berguna yang bikin kita jadi pribadi-pribadi lebih baik. Ada amin saudara-saudara?!

Follow:
Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Find me on: Web | Twitter | Facebook

Royal Safari Garden Resort for Your Next Weekend Getaway

Being a big city dweller means weekend getaway is a must for me.  This time we picked the Royal Safari Garden Resort & Convention. We decided to brace the mad traffic to go to Bogor and it was totally worth it!

Royal Safari Garden Resort for Your Next Weekend Getaway

Royal Safari Garden Resort Review

Location:

Situated in Puncak, Bogor, it will take you roughly 2 hours drive from Jakarta. It’s 67.2km (almost 42 miles) from the city. My suggestion, leave a bit early to avoid the congested traffic of people leaving town.

Check-in Process:

Royal Safari Garden Resort Lobby

We got there a bit early. There were some renovations going on outside the resort’s entrance so you need to pay close attention or you will miss the turn. The lobby is quite big with a gift shop loaded with souvenirs that drew my son also niece and nephew’s attention rather quickly.

Check-in process was quick and seamless. We were offered a ride on their buggy cart. We were then dropped nearby the Bird Sanctuary to catch some birds show with the kids. From there we decided to explore Royal Safari Garden Resort by foot. There’s definitely plenty of things to see in their 140.000 sqm place. That’s a huge place!

Our Room

We stayed at their Girrafe Suite, a rather newish addition to their property. We got a connecting room that was like a dream come true for the kids as it gives them plenty of room to roam around. The bed was comfy, the decorations in alignment with Giraffe theme and made for a conversational piece with my niece who loves animals. Room size wisely is pretty big with a balcony facing a small lawn and plenty of pine trees to give you fresh airs.

There’s a mini kitchen in our rooms, equipped with medium size fridge, a sink, complete utensils to eat in the room, plus a dining table.

The bathroom has a rain shower strong enough to wash away the stiffness from being in the car for nearly 2 hours and they provide complete amenities.

We love their welcome snacks tray!

Restaurants

For our first meals there, we picked to dine at Sky Garden Resto & Lounge. Located on the rooftop of their Leopard room. Oh, the VIEW! Seriously, it was the view that got me sold. You could see the mountains, pine trees…inhale the fresh mountain air. Food wisely, they served us delicious meals and their options are great to cater for the whole family. After we enjoyed our meals, we just hang out there and try not to fall asleep from the soothing wind and view.

Breakfast took place at their huge Arumba Resto. There were so many breakfast options to choose from. Fancy some local delicacies? They got them! What I love the most is how they also display and sell their own hydroponic harvested vegetables. Really a great idea since they already have the land and to become self-sustainable? Bravo! Don’t forget to grab some fresh veggies before you go back home.

Activities for the whole Family

At Royal Safari Garden Resort you have so many activities to choose from such as:

  • Animals Education. Here you could let the kids pet and feed cute fluffy bunnies, ponies, and birds. They could also ride horses, get up close and personal with their gentle elephants, ride a camel or a visit to the Reptile Island. All great activities to introduce and educate children about different animals.
  • Joy Rides! From the kiddies train that circled a mini golf venue to the classic bumper car ride or the fun paddle boats across their lake and sees their huge koi fishes. Want to seek some adrenaline rush? Then feel free to try their flying fox. We love the Segway! It was so much fun.  You could even rent a bicycle to explore the resort.
  • Water Park. This we missed because of the rain and truly, one day there isn’t enough to explore everything but hey, the more reasons for us to return soon!

There are plenty of activities to choose from for you and your family at the Royal Safari Resort if you need help just ask the front office and they’ll be happy to assist you.

Overal, we were happy to spend a weekend there albeit the rain. Would I recommend the place? For sure!

Thank you, Royal Safari Garden! We’ll be back.

Royal Safari Garden Resort & ConventionRoyal Safari Garden Resort & ConventionJl. Raya Puncak – Cisarua No.601, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Indonesia
Phone:+62 251 825 3000

Disclaimer: We were guests at Royal Safari Garden Resort & Convention but this has not influenced my opinion of the hotel.

Follow:
Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Find me on: Web | Twitter | Facebook

Royal Safari Garden Resort Review

Hidup dan tinggal di Jakarta yang sudah penuh sesak bikin Weekend Getaway menjadi kebutuhan buat saya pribadi.

Weekend Getaway Keluarga di Royal Safari Garden Resort & Convention

Pilihan edisi ngabur sekejab dari Jakarta akhirnya jatuh pada Royal Safari GardenResort and Convention.

Bermacet-macet menuju Bogor akhirnya terbayarkan dengan udara segar juga pemandangan hijau yang bikin hati adem begitu memasuki Royal Safari Garden Hotel ini.

Proses check-in di lobby mereka yang luas juga berjalan cepat banget walaupun kami datang lebih cepat dari standar waktu yang seharusnya jam 2 siang, tapi ternyata kamar kami sudah siap.

Royal Safari Garden Resort Lobby

Sementara saya check-in, dua keponakan saya juga anak lanangku sudah heboh menjelajah gift shop yang juga ada di area lobi. Souvenir lucu-lucu mulai dari tote bag (yang asli lucu banget!) sampai boneka-boneka binatang bertebaran di dalam gift shop. Para krucils pun langsung memilih souvenir yang mereka mau.

Gift Shop

Beres check-in, buggy car sudah siap nungguin kami di depan pintu lobi. Bocah-bocah pun kegirangan nan heboh. Sesungguhnya mungkin kami keluarga paling heboh saat proses check-in hari itu.

Buggy

Buggy car mengantarkan kami untuk nonton atraksi burung, kami lalu memutuskan untuk berjalan mengeksplor wahana lain yang banyak banget di Royal Safari Garden. Kami melihat Iweng dan Clara dua gajah yang digunakan untuk wahana gajah tunggang.

Mengingat kami belum makan siang, kami memutuskan untuk makan di restoran hotel saja. Restaurant Sky Garden dengan nuansa terbuka ini benar-benar bukan hanya memanjakan lidah dengan kualitas rasa yang nikmat tapi juga karena pemandangan ke arah gunung yang oh, so beautiful! Semilir angin sejuk bikin mata jadi berat setelah kami kekenyangan.

Tidak lama karena bocah-bocah sudah mulai kecapean kami memutuskan untuk ke kamar saja.

Giraffe Suite

Kami dapat kamar di lantai 3. Gedung untuk Giraffe Suite ini terpisah dari tipe kamar lainnya.Di Royal Safari Garden ini ada banyak banget pilihan tipe kamar yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari Bungalow dengan 2 atau 3 kamar sampai Suite.

Termasuk tipe kamar yang baru, Giraffe Suite menawarkan lebih dari sekedar kamar lho ternyata. Ada dapur kecil di pojok dekat pintu masuk. Lengkap dengan peralatan makan, sink untuk cuci piring dan tangan juga kulkas berukuran sedang. Meja makan yang cukup untuk 4 orang juga disediakan. Dekor interior kamar juga disesuaikan lho dengan namanya, Giraffe. Keponakan saya yang cewek jatuh cinta dengan mural besar di dinding kamar bergambar dua jerapah.

Yang saya suka banget? Welcome hamper berisi cemilan yang ditata cantik di atas tray berbalut daun pisang. Coba lihat keponakan saya saja nggak sabar buat nyobain cemilan ini.

Layout Giraffe Suite juga cukup luas, ada sofa kecil untuk bersantai. Salah satu bagian favorite bocah-bocah adalah rak TV yang bisa diputar 360 derajat. Jadi kebayang dong bisa leyeh-leyeh nonton TV sambil rebahan di Kasur empuk atau sambil duduk santai di sofa. Seru ya.

Bagian favorite saya adalah balkonnya! Pemandangan dari balkon cantiiiiik banget. Pohon-pohon pinus hijau, suara-suara burung…udara segar. Ah, bahagia banget rasanya paru-paru saya bisa menghirup udara segar. Ada dua kursi di balkon untuk bersantai sambil minum kopi.

Sayangnya cuaca agak kurang bersahabat sore itu karena Bogor hujan lebat sampai malam hari. Jadi kami tidak sempat menjelajah lebih banyak fasilitas Royal Safari Garden. Tapi kami cukup bahagia dengan bersantai di kamar apalagi kami menempati connecting room. Jadi keponakan-keponakan saya bebas berlari dari kamar satu ke kamar lainnya.

Kamar mandi juga luas dengan rainshower yang pas banget buat nyegerin badan yang lelah. Serasa dipijit di bawah shower. Ah, nikmat lah pokoknya!

Oh ya lokasi Royal Safari Garden ini juga dekat dengan banyak tempat makan di sepanjang jalur kearah puncak lho jadi kalau kalian seperti saya dan adik saya yang suka terserang lapar tengah malam, gampang kok cari makan keluar hotel.

Serunya lagi karena menginap di Royal Safari Garden, setiap tamu otomatis dapat diskon khusus untuk tiket masuk ke Taman Safari yang memang satu group dengan hotel ini. Seru yah, jadi bisa sekalian jalan-jalan ke Taman Safari kalau mau. Cobain night safari mereka deh!

Tidur rasanya pules banget apalagi terbangun dengan suara-suara alam. Disambut udara segar kami memutuskan untuk ngikutin tips kecil dari sahabat saya untuk naik ke lantai paling atas. Di lantai 4 yang nantinya akan dibangun roof top cafe pemandangan 360 derajat bener-bener cantik! Gunung dan semua yang hijau bikin hati adem.

Untuk sarapan kami menuju Arumba resto yang letaknya tidak jauh dari Giraffe Suite. Restaurant berukuran sangat luas ini sudah ramai saat kami tiba. Pilihan menu sarapan juga beragam banget. Mulai dari yang tradisional seperti bubur ayam bahkan nasi liwet juga ada.

Sarapan ditemani alunan musik Sunda tradisional kok bikin makan makin lahap yah atau mungkin saya sedang lapar hahaha.

Yang seru di dekat pintu masuk ke dalam restaurant ada stand kecil yang jualan sayuran organic hydroponic hasil dari kebun Royal Safari Garden sendiri lho. Wah salut banget, sayurannya bener-bener fresh from their own garden. Bravo for pioneering self-sustainability!

Ada juga seekor burung cantik bersama pawangnya yang bisa diajak berfoto hanya dengan biaya IDR 10,000! Ini jadi incaran anak-anak, si burung ini dikerumunin anak-anak yang mau mengelus atau berfoto.

Kenyang sarapan kami memutuskan untuk naik perahu di kolam yang isinya penuh ikan koi berukuran jumbo. Perahu yang didayung oleh kaki ini lumayan jadi semacam olahraga pagi.

Activities for the whole family

Yang special dari Royal Safari Garden ini adalah beragam aktifitas yang dikemas untuk seluruh keluarga dalam satu tempat.

Lelah jalan kaki? Sewa sepeda tandem bahkan Segway untuk berkeliling atau ‘menumpang’ di buggy car berukuran besar yang rutin keliling kawasan Royal Safari Garden.

Bukan cuma permainan untuk anak-anak seperti bumpy car, kereta anak-anak, sampai mini golf tapi banyak banget bagian edukasi yang tersedia seperti Taman Burung. Di taman burung, kita bisa memberi makan (make sure you bought the bird food ya jangan dikasih makanan manusia!) burung-burung cantik sambil terpukau dengan burung merak albino yang mondar-mandir dengan bebasnya. Duh sayang kami tidak sempat melihat buruk merak albino ini mengembangkan sayapnya. Pasti cantik banget ya.

Wahana naik gajah juga sempat kami coba walaupun sejujurnya saya merasa agak sedikit perang batin karena ada perasaan nggak tega naikin Iweng. Gajah yang umurnya sudah tua ini sangat gentle dan sudah terbiasa dengan manusia. Tapi saya bahagia banget bisa mengedukasi anak-anak mengenai gimana gajah ini perlu kita lindungi. Rasanya saya pengen memeluk Iweng setelah kami selesai menaiki dia selama beberapa menit.

Selain itu ada juga wahana untuk naik kuda buat anak-anak dan naik unta kalau mau. Untanya bernama Jeniffer yang aslinya didatangkan dari Australia. Ada petting zoo kecil yang isinya kuda poni yang bisa dipegang-pegang dan disayang-sayang. Ada juga kelinci-kelinci yang bisa dikasih makan lho. Gemesin pokoknya.

Karena luasnya yang gede banget, weekend saja rasanya nggak cukup untuk menikmati semua fasilitas dan hiburan di Royal Safari Garden ini. Kolam renangnya saja cantik gini coba. Anak-anak nggak mau pulang. Malah anak saya sempat ngambek hahaha.

Sepertinya memang nanti kami harus kembali lagi ke Royal Safari Garden!

Sudah pernah merasakan keseruan liburan keluarga di Royal Safari Garden belum? Silahkan hubungi mereka to plan your getaway. I assure you it is so worth it and you will have an unforgettable experience there.

Terima kasih Royal Safari Garden! We’ll be back.

Royal Safari Garden Resort & ConventionRoyal Safari Garden Resort & ConventionJl. Raya Puncak – Cisarua No.601, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Indonesia
Phone:+62 251 825 3000

Disclaimer: We were guests at Royal Safari Garden Resort & Convention but this has not influenced my opinion of the hotel.

Follow:
Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Find me on: Web | Twitter | Facebook

6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris

Sebenarnya sudah lama saya pengen nulis soal ini tapi karena banyak alesan – yes, too much excuses lah sebenernya – jadi ketunda-tunda terus. So, kali ini saya share beberapa tips blogging dalam Bahasa Inggris untuk yang tertarik ngeblog in English.

6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris

6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris

Disclaimer dulu ya saya bukan guru Bahasa Inggris dan tips di bawah ini purely dari pengalaman nulis dalam Bahasa Inggris selama ini. Untuk yang baru kenal, saya sudah ngeblog dari tahun 2004 dan mayoritas tulisan saya memang berbahasa Inggris.

Kenapa Bahasa Inggris sih? Sebenarnya ini lebih ke pilihan pribadi alias personal preferences aja, saya sudah jatuh hati nulis dalam Bahasa Inggris dari SMP. Menurut saya, English is a beautiful language karena satu kata bisa memiliki banyak arti dan makna tergantung penggunaannya. Oh ya, saya juga sudah beberapa tahun ini rutin menjadi kontributor di World Moms Network, sebuah portal yang isinya penulis Ibu-Ibu dari beragam negara. Tulisan saya juga beberapa sudah dimuat di website berbasis Bahasa Inggris lainnya.

Okay, so here are my tips:

1. Beranikan Diri Untuk Menulis!

Ini modal utama dulu, sama seperti dengan berbicara dalam Bahasa Inggris, kebanyakan dari kita suka malu untuk memulai karena takut dianggap tidak sempurna. Prinsipnya sama dengan blogging dalam Bahasa Inggris. Mulai saja dulu, nggak usah malu. Saya aja kadang kalau baca-baca lagi tulisan lama suka malu sendiri takjub karena sekarang bisa ngenalin kesalahan-kesalahan yang dulunya nggak saya sadari. Practice makes perfect! Belum berani publish di blog? Coba dimulai dengan menulis journal/diary di rumah.

2. Sering-sering Baca.

Ini serius lho! To be able to write beautifuly, then you must read and read often! Kenapa penting? Karena dengan sering baca buku atau artikel berbahasa Inggris kosakata juga akan bertambah, kita jadi bisa mengenali kalimat-kalimat yang tertulis dengan indah. Boleh juga sering-sering mampir di blog saya trus komen, ya itung-itung sekalian latihan kan?

3. Jangan Menterjemahkan Secara Letterlijk!

Contohnya begini: Kita pengen nulis “Saya belum paham cara menulis dalam Bahasa Inggris.”

Ada dua terjemahan nih:

“I do not understand how writing in English.” 

atau

“I have yet to master the art of writing in English” 

Kira-kira mana yang lebih enak dibaca (atau didengar?)

Menterjemahkan secara letterlijk alias per kata kadang justru membuat kalimatnya jadi aneh. Intinya, jangan menulis dengan menterjemahkan kata per kata, sebaiknya pikirkan kalimat yang mau kita tulis dalam bahasa Inggris jadi nanti tinggal dirapihkan saja. Kecuali kalian penterjemah handal boleh lah menterjemahkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris (believe me, translation is hard work!)

4. Spell Check! Spell Check! 

Nah, mau tau rahasia spell check untuk memastikan tulisan kita nggak ada yang salah? Ladies and gentlemen, meet Grammarly! Grammarly ini bukan hanya ngecheck spelling kita tapi juga memeriksa grammar, punctuation, sampai pilihan kata. Pokoknya ini program tercinta saya deh! Untuk pengguna Chrome bisa menginstal app-nya juga jadi bisa makin PD kan blogging pake Bahasa Inggris.

5. Keep it Simple!

Blogging kan dasarnya lahir dari hobi menulis kan, so make it fun! Nggak usah gunakan kosakata Bahasa Inggris yang baku banget. Kita bukan sedang nulis literatur kelas tinggi atau even worse, thesis kan? Jadi gunakan saja kosa kata sederhana. Lama-lama kosa kata juga akan berkembang dengan semakin banyak latihan.

6. Berhenti Mengejar Kesempurnaan!

Seriously tho, menulis dengan baik (juga enak dibaca dalam Bahasa Ingggris) emang susah-susah gampang. Saya saja sampai saat ini masih merasa I can do better than this, alias masih merasa tulisan saya bisa lebih baik lagi. Selalu ada keinginan untuk memperbaiki cara menulis and that’s a good thing! Tapi perlu diingat juga bahwa proses belajar ini adalah proses gradual. Jadi semakin sering kita menulis, semakin bagus juga kualitas tulisan kita nantinya walaupun nggak ada jaminan juga kalau tulisan kita suatu saat dimuat di New York Times misalnya.

Jadi gimana? Yuk, tahun ini beranikan diri untuk lebih nyaman ngeblog dalam Bahasa Inggris.

Follow:
Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Find me on: Web | Twitter | Facebook

Write Anyway

 

Write Anyway Yesterday I wanted to write…

Two weeks ago I wanted to write…

A month ago I wanted to write…

But I couldn’t bring myself to transfer these thoughts and feelings into tangible words.

And today he – the one I love – reminded me if it is a scary thing to write then I should dive deep and write the hell out of how I feel. He always encourages me to choose to face the scary bits, the uncharted venues. Thank you, my love!

That morning as I sat there barely going through my first cup of coffee when I got the message.

6:43 am on December 12, 2017…what supposed to be a nerve wrecking Tuesday from the huge project that I needed to handle, our world shook.

My son’s father, my ex-husband passed away that morning.

Tears flow silently as I sat there holding my coffee cup and stared at my phone.

I message his mother back. My boy needs to see his father. They let him come to the funeral home by noon.

Almost in a panic mode, I messaged my families. I needed them to take my boy there because I couldn’t leave the project. The event must go on and there’s no one who could replace me.

How to tell my son?! My heart raced and breaking at the same time. He needs to know. So I sat him down and broke the news as gently as I could.

I will never be able to forget the wailing sounds that came from his trembling body as he collapsed into my arms.

We sat there both crying and I could only repeat myself telling him that his Daddy loves him so much. God, that pain in his eyes…I wish I could take all of his pain away! But I can’t…I can only let him cry it out.

I am stricken with guilt, helplessness, and sadness.

My family…God, what would I do without them?! They came together and held my son close while I must drag myself to get the job done. They let him cried as much as he needed to, they took him to the funeral home. They give him all their love while his tender heart is breaking.

I came to my event with swollen eyes and guilt so heavily blanketed my whole being that I had to put on an autopilot mode to get my job done.

Remember you need to prepare yourself too, Maureen.

The words from the school counselor I met a few months ago played in my head constantly.

When she mentioned that, I brushed it off. My main concerns and focus were to help my boy. I have been worried sick since the day my ex told me he had cancer over 2 years ago.

Grief caught me off guard!

I was NOT ready for the waves of emotions that came out of nowhere and paralyzed me. It went from sadness to anger. I had a lot to process too.

Yes, I was angry at my ex for making me the one that had to tell him the most heartbreaking news in his 11 years of life! I was angry because he had asked me not mention anything when they found out his cancer had spread. I was angry we couldn’t attend his funeral!

There was a lot of frustrations at the end of his battle. I know he has fought very hard and in his own ways he did what he did because he didn’t want our son to remember him being in a bad shape.

It took me awhile to stop being angry. I cannot change what has happened. It is beyond my control.

I wanted to say that I handled everything with grace…but no, not so much. It was a struggle to come to terms with his passing.

I am just thankful that he and I had been on really good terms when he passed away. We were like friends until the very end. For that, I am grateful. He and I had had our closure months ago.

It’s only been a little over a month and I still monitor my son’s closely. Please keep my son in your prayers or please send him healing thoughts as we both journey on.

Follow:
Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Find me on: Web | Twitter | Facebook

Tranquil Relaxation at Spa Air – Villa Air Bali

Have you read my complete review of Villa Air Bali?

Today I’ll be sharing with you a review post of their spa.

Villa Air Bali Spa Review

Tranquil Relaxation at Spa Air - Villa Air Bali

When we arrived in Bali, both my fiance and I have been thoroughly exhausted from working so hard. We both were in desperate needs for relaxing times and of course Spa treatments.

We decided to have our Spa treatments at Spa Air in the morning and as scheduled, one of the spa therapists came to pick us up. We were then ushered into the waiting area of Spa Air where we were greeted by another friendly staff of Villa Air Bali. They served us welcome drinks while we filled out the short inquiry form to pick what kind of treatments we would like to have. The form although short but very detailed. It even asked how you would prefer the strokes, light, medium or hard. I, of course, opted for the hard ones since my aches are quite bad. My fiancé chose the medium one.

Welcome Drinks at Spa Air

Not only we got to customize the Spa experience, we were also offered with different types of massage oils. Each has their own benefits and they smell so lovely. As an indecisive Pisces, this part is difficult for me hah! I ended up choosing the ylang-ylang and lavender oil.

Different Massage Oil Blends to choose from at Villa Air Bali Spa

Once we were done, our therapist took us to one of the private Spa rooms. The room or should I say the villa is spacious and very private. Two massage tables await us, a huge tub, a huge shower, two separate smaller showers. The atmosphere and ambiance welcome us in the most romantic and luxurious feelings. You can feel the sense of relaxation from the moment you step into the beautiful room.

Villa Air Spa

Big Tub

After we changed into our yukatas (Japanese robe), we were seated separately nearby the massage tables. The treatment we had was the Balinese Touch. The 60 minutes massage is done by combining acupressure and long, soft strokes. We started with our feet being washed, scrubbed and massage with a blend of warm water infused with tropical flowers and they smell amazing!

Foot Scrub before Balinese Massage

The Balinese massage is a full-body treatment from your foot to the scalp. This technique includes gentle and relaxing strokes as well as vigorous pressure-point stimulations. The therapist starts to treat the legs, then firmly frictions the back and arms and, finally, slowly massages the scalp. Therapists use a combination of gentle stretches, skin rolling, kneading and stroking, and pressure-point stimulation, to stimulate the flow of blood, lymph, and energy.

I must have been totally exhausted that I started to doze off during the massage treatment and embarrassingly snored myself awake! Insert face palm emoticon here! I apologized profusely to my therapist who was so sweet and kind. She told me that’s fine and I should just relax and if I want to fall asleep I could. I did this like twice – clearly, someone was tired – or the lavender oil really works on me.

When we were done, we were again ushered into the waiting room area where warm teas were served. My favorite part was learning how all their spa products are made within their property. They are not store bought or mass produced. The ingredients used are all natural and you could even purchase some of them from the Spa.

Villa Air Spa Products

I am in love with their products! They have a wide range of products available too from body oil, body scrubs down to refreshing room sprays.

Thank you Spa Air!

Happily Rejuvenated after our spa treatment

Overall, we both agreed that this was the best Spa experience we ever had. When you are done with your Spa treatments you could choose to relax around the Spa by the main pool, maybe sit by the gazebo and just soak up the beauty surrounding you or head back to your villa for a blissful nap.

Lounge here after your spa treatment

To book your Spa Treatments or stay please contact Villa Air Bali:

Jl. Lebak Sari, Br. Taman, Petitenget, Kuta, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Indonesia
Phone: +62-361-737378
Email:  info@villa-airbali.com

Special Offer for Scoops of Joy Readers

Special Offers for you Scoops of Joy readers! Villa Air Bali have teamed up with me to give you, yes you dearest friends special discount and benefits. How to get this deal? Easy peasy, just use “scoopsofjoy” on Promo Code when you make your booking on their website. The details are as follows:

  • Direct Booking from Villa Air website only: http://villa-airbali.com/booking.php
  • Minimum 2 nights
  • Staying period from now until 31 March
  • Save 20% off regular price
  • All including 90 minutes Balinese massage per couple
  • All including round airport transfer
  • Complimentary non-alcoholic minibar
  • Complimentary kids stay free until 12 years (instead of 8 years as usual)
  • Complimentary afternoon tea daily
  • Including the 10% in-house discount on dining and Spa treatments and boutique
Follow:
Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Find me on: Web | Twitter | Facebook

Mau Ketemu Tulus di Private Concertnya?

Saya pertama kali ‘kenal’ sama Tulus dan musiknya beberapa tahun yang lalu waktu lagu Seribu Tahun Lamanya booming. Pertama kali denger langsung lumer dan mikir ini penyanyi suaranya bagus bangeeet yah.

Tulus dan Private Concertnya

Taken by @nuniektirta

Jadi waktu diundang menghadiri press conference Tulus bersama SoyJoy rasanya girang luar biasa apalagi pas tahu Tulus dan Soy Joy bakalan ngadain private concert di bulan Januari 2018 nanti.

Saya termasuk yang jarang-jarang ke konser musik. Bisa dihitung dengan satu tangan lah konser musik yang pernah saya datangin. Kurang gaul mungkin yah? Hahaha anyway makanya waktu tahu lebih banyak soal persiapan Tulus untuk konser yang bakalan dipersembahkan khusus untuk penggemarnya, saya jadi semangat banget. Rasanya nggak sabar nunggu bulan Januari!

Bukan cuma Intimate Concertnya yang bikin terinspirasi karena jelas banget private concert ini bakalan jadi suatu ‘hadiah’ Tulus untuk penggemarnya tapi juga perjalanan Tulus yang didokumentasikan barengan SoyJoy dalam webseries Ini Perjalananku.

Nonton webseries ini bener-bener bikin terharu lho – maklum saya emak-emak gampang terharu! Sudah nonton belum videonya? Silahkan di check ya video ketiga dari webseries #IniPerjalanku di akun YouTube SoyJoy.

Tulus dan Hidup Lebih Sehat bareng SoyJoy

Taken by @nuniektirta

Berbarengan SoyJoy, Tulus sudah menjalani pola hidup lebih sehat belakangan ini dan memang hasilnya tampak nyata terpampang di press conference yang kemarin saya hadiri lho. Tulus kurusan dan terlihat jauh lebih sehat!

Mengaku menjalani program cut carbo dan memperbanyak olahraga, Tulus blak-blakan menceritakan perjalanan dia untuk hidup lebih sehat. Tulus mengaku salah satu yang sulit itu mengubah pola hidup seperti tidur lebih cukup dan menyempatkan berolahraga. Bravo, Tulus!

Kenapa SoyJoy? Karena dengan mengkonsumsi SoyJoy 2 jam sebelum makan (makan pagi/siang/malam) ternyata bisa mengurangi rasa lapar dan membuat kenyang lebih lama. SoyJoy juga berkeinginan untuk semakin mengedukasi masyarakat soal pentingnya cut carbo ini dengan cara pelan-pelan mengurangi porsi karbohidrat dan memperbanyak protein juga sayuran.

Mau Ketemu Tulus di Private Concertnya?

Nah, buat penggemar berat Tulus, ini caranya untuk dapetin tiket ke Intimate Private Concertny di tanggal 27 Januari 2018 nanti.

  • Cara 1: share & repost video dari akun Instagram SoyJoy ini:

Buat kamu yang udah ngikutin web series #IniPerjalananku, kamu bisa dapetin kesempatan untuk lebih dekat dan berjumpa langsung dengan Tulus. Caranya gampang banget, cukup dengan melakukan pembelian SOYJOY di Indomaret, Alfamart dan JD.ID untuk periode promo hingga 15 December 2017 (Info lebih lanjut bisa lihat di WWW.SOYJOY.ID). . . Kita juga udah siapin tiga tiket untuk kamu lho yang melakukan share dan repost video di atas di akun instagram kamu. Caranya gampang : 1. Follow akun @soyjoyid 2. Share dan Repost video di atas 3. Kamu juga bisa ajak teman kamu untuk ikut Repost video tersebut 4. Caption terbaik di postingan video akan kita pilih sebagai pemenang 5. Jangan lupa tambahkan hashtag #IniPerjalananku dan #TulusIntimateConcert di caption kamu ya . Ayo buruan ikutan!! Pemenang akan kita umumkan 2 minggu setelah postingan ini

A post shared by SOYJOY Indonesia (@soyjoyid) on

  • Cara kedua: screenshot & posting:

Info selengkapnya bisa dibaca di website SoyJoy (yuk, budayakan membaca dengan teliti, temans!)

Taken by @nuniektirta

Yuk, buruan! Siapa tau nanti bisa ketemuan di Private Concertnya Tulus dan bisa nyanyi bareng.

Follow:
Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Find me on: Web | Twitter | Facebook