Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Posts by this author:

Tips Untuk Pejuang LDR

Tulisan ini adalah hasil kerjasama dengan Flower Chimp tapi seluruh opini adalah murni dari saya pribadi. This is a sponsored post and all opinions are my own. Please refer to my PR Page for more information.

Sebagai pejuang LDR alias Long Distance Relationship yang tahun ini masuk  tahun ke 5, saya dan pasangan pastinya selalu berusaha bikin hubungan kami tetap romantis, hangat dan nggak garing. And yes, I am still madly deeply in love with him!

Menjaga Cinta DenBunga dari Flower Chimp

Biasanya hubungan yang sudah masuk ke comfort zone kalau nggak di-mantain dan dirawat bisa-bisa kejebak dalam rutinitas yang monoton. Kalau sudah nggak ada romantis-romantisnya lagi malah bahaya deh. Hayo, coba tanya diri masing-masing kapan sih terakhir kalinya kita do something sweet dan romantis untuk pasangan di luar dari hari-hari istimewa seperti ulang tahun atau anniversary?

Lalu ada yang nanya “LDR-an gimana kan pasti monoton, Mbak?

Setiap relationship pasti punya ritme dan pattern-nya sendiri kan, nah buat saya dan pasangan walaupun kami terpisahkan oleh jarak yang lumayan jauh, beda negara, bok! Dia di Cairns, Australia dan saya di Jakarta, tapi kami tetap sepakat to keep our romance alive. Kita berdua sama-sama sibuk, saya dengan anak, pekerjaan, komunitas dan lain-lainnya sementara dia sibuk juga dengan kerjaan di sana plus kadang-kadang dia juga suka traveling untuk golf. Ada lagi faktor perbedaan waktu antara dua negara, Cairns 3 jam lebih cepat dari waktu Jakarta.

Tips LDR-an

  • Communication is Key

Kalau yang satu kota aja bisa salah paham, apalagi yang LDR-an! Makanya itu komunikasikan semuanya dengan pasangan secara terbuka. Ini kuncian banget buat saya dan pasangan karena kita sadar banget kita nggak bisa baca pikiran  masing-masing jadi supaya menghindari salah paham, ya harus open communication. Nyambung juga sih sama tips no. 2.

  • Ciptakan “Tradisi” Khusus

Tradisi di sini bisa macam-macam bentuknya. Bisa nyontek cara kami yang setiap paginya saya dibangunkan oleh SMS dari Kang Mas yang manis. Kami juga pasti akan video call kalau dia bisa pulang di jam makan siang. Urusan video call ini untuk hari biasa nggak wajib sifatnya, yah tergantung sebisanya kita aja. Kalau kebetulan saya harus keluar rumah dari pagi ya kami tidak video call tapi cukup saling mengupdate kondisi masing-masing. Cukup standar kan ya.

Tapi kami selalu nyiapin waktu khusus paling nggak seminggu sekali untuk bener-bener ngobrol from heart to heart. Untuk diskusi mulai dari hal-hal serius sampai becanda ledek-ledekan. Biasanya kami ngelakuin ini di weekend yang waktunya lebih senggang dan sering juga ngelibatin anak saya. Yes, hubungan mereka berdua sudah seperti Bapak dan anak, malah kalau mereka sudah ngobrol saya bisa dicuekin hahaha.

  • Fleksibel Sekuat-kuatnya

Namanya juga udah jarak jauh ya kan, fleksibiltas ini penting banget karena kita kadang nggak tau kalau tetiba dianya di sana tiba-tiba kedatangan boss besar jadi nggak bisa bales message kita. Ya mesti sabar dan memaklumi. Ojo baper sih intinya kalo udah memutuskan LDR-an. Dibawa santai aja kalo nggak bisa gila hahaha.

  • Surprise Surprise!

Walaupun saling berjauhan, ngasih surprise di jaman digital sekarang udah gampang banget. Tinggal klik pokoknya. Mulai dari hal-hal besar seperti nge-booking liburan buat berdua sampai hal sederhana kayak ngirim kado udah bisa kok dilakukan secara online.

Intinya walaupun ada jarak di antara kami tapi bukan berarti kita harus berhenti ngelakuin hal-hal yang bikin pasangan merasa istimewa. Doing something nice even if it is a simple thing could really nurture your relationship.

Menjaga Cinta Dengan Bunga dari Flower Chimp

Pasangan saya ini emang tipenya romantis dan termasuk cukup sering ngasih kejutan-kejutan kecil yang bikin saya pastinya makin cinta dong. Mulai dari ‘tradisi’ dia untuk nulis love note berisi pesan-pesan yang bikin hati meleleh dan disembunyikan di tempat-tempat yang dia tau saya pasti nemuin (misalnya: di dalam sepatu! Di sela-sela buku yang sedang saya baca). Sampai ngasih kejutan yang agak sedikit ‘besar’ seperti ngirimin saya bunga.

Coba liat bunga ini.

Flower chimp Toko Bunga Online - Scoops of Joy

Cantik yah!

Flower chimp Toko Bunga Online-37

Flower chimp Toko Bunga Online-20


Walaupun dia nggak di Jakarta, bukan berarti dia nggak bisa ngasih surprise lho. Dengan bantuan dari Flower Chimp dia bisa pesen buket bunga cantik kayak gini lengkap dengan personalized message.

Jadi jarak bukan lagi alasan untuk kita nggak bisa ngirim bunga. Karena jaman sudah canggih, cukup manfaatkan kemudahan order dari toko bunga online seperti Flower Chimp dan keep your relationship alive!

Menurut Kang Mas proses pemesanan bunganya juga gampang banget, nggak pake ribet. So, dear boyfriends and husbands, please don’t forget to make your lady feels loved and special lho! Seperti bunga, hubungan yang sehat itu harus terus dirawat ya kan?

Jadi, untuk para pejuang LDR seperti saya, Flower Chimp bisa jadi pilihan.




BloggerDay 2018 di Ashley Hotel Jakarta

Apa jadinya kalau lebih dari 100 bloggers ngumpul di satu tempat? Keriaan luar biasa pastinya! Sabtu lalu saya berkesempatan menghadiri event keren BloggerDay2018 di Ashley Hotel Jakarta.

Ashley Hotel Jakarta

BloggerDay 2018 di Ashley Hotel Jakarta

Baru kali ini saya masuk ke Ashley Hotel yang berlokasi di Jl. KH Wahid Hasyim No 73-75 Jakarta Pusat. Tempatnya gampang dicari karena lokasinya yang strategis.

Kesan pertama waktu saya pertama kali menapakkan kaki ke lobi yang punya konsep open space adalah: “Wangi!” Semerbak wangi lemongrass langsung memanjakan penciuman saya. Buat saya pribadi wangi lemongrass ini identik dengan nuansa spa yang relaxing. Rasanya baru kali ini saya mencium wangi lemongrass – tapi wangingnya nggak overpowering kok – di lobby dan seputar hotel. Great idea!

Design interior yang modern juga elegan sudah terpancar dari luar hotel. Di lobby ada dua iMac yang bisa digunakan pengunjung Ashley Hotel untuk melihat-lihat fasilitas juga tipe kamar yang ada atau untuk browsing-browsing. Interactive innovation! Ada juga tiga sitting area dengan sofa yang nyaman untuk tamu.

Ashley Hotel Lobby

Staff  Ashley Hotel juga friendly dan menyambut setiap tamu dengan baik. Saya langsung ditunjukkan ke arah Meeting Room tempat Blogger Day 2018 dilaksanakan.

Walaupun baru berusia kurang dari 2 tahun (operasional dimulai di bulan November 2016) ternyata Ashley Hotel sudah mempunyai sesuatu yang membanggakan. Hotel di jalan Wahid Hasyim Jakarta Pusat ini mengungguli hotel-hotel lain di kawasan sama dengan total 186 kamar dan 11 Meeting Room. Ashley Hotel sudah dinobatkan sebagai hotel dengan the most rooms and Meeting Rooms in the area lho! Bulan Juni nanti Ashley Hotel juga akan meresmikan Ballroom mereka yang dapat menampung hingga 500 orang. YAY! Congrats Ashley Hotel!

What Makes Ashley Hotel Jakarta Unique?

Di saat hotel-hotel lain lebih mengutamakan kenyamanan kamar, Ashley Hotel yang memiliki target market business traveler dan yang termasuk hotel bisnis ternyata memilih untuk lebih mementingkan fasilitas internet yang super fast untuk tamu-tamunya. Jadi prioritas Ashley Hotel emang unik yaitu Broadband, Bed and Breakfast.

Dan emang bener free WiFi yang disiapin Ashley Hotel ini emang kenceng dan nggak perlu login dulu. Salut buat Ashley Hotel!

Untuk jenis kamar yang ditawarkan Ashley Hotel juga banyak mulai dari tipe kamar Studio, Executive, Deluxe, Superior dan Ashley Suite. Tiap kamar sudah dilengkapi dengan Smart LED TV 40”, free WiFi, mini-bar, coffee & tea maker, exclusive amenities, tempat tidur dari King Koil yang udah pasti nyaman banget sampai JBL Horizon jadi sambil istirahat bisa bebas dengerin musik favorite. Keren kan?

Ashley Suite

Lokasinya juga strategis, dekat banget dengan pusat bisnis Jakarta juga beberapa tempat wisata khas di pusat kota. Ashley Hotel juga punya restaurant cantik bernama Adele yang ukurannya luas dan nyaman. Nah, satu lagi keunggulan hotel ini karena lokasinya di Wahid Hasyim, kebayang dong wisata kuliner di sini pasti seru banget. Banyak banget pilihan makanan mulai dari jajanan sampai yang berat bisa dipilih di kawasan ini.

Adele Restaurant - Ashley Hotel Jakarta

Meeting Rooms

Dengan 11 Meeting Rooms, Ashley Hotel jadi pilihan ok nih buat yang perlu ruang meeting atau ruangan untuk event. Saya aja nyempetin ngobrol dengan Pak Fawzan Aziima, Corporate Marketing Communication Manager dari Ashley Hotel di sela-sela kegiatan Blogger Day 2018. Kenapa? Karena selain saya suka dengan design meeting roomn-ya yang cantik, nyaman dan AC-nya kenceng banget saya tertarik juga ngadain event untuk Single Moms Indonesia (SMI) di Ashley Hotel.

Ruang meeting yang kami tempati selama event namanya Downing 10 adalah ruangan terbesar yang dimiliki Ashley Hotel – sampai nanti ballroom-nya jadi. Dengan kapasitas sampai 100 orang, semua peserta Blogger Day tetap nyaman.

Yang suka saya perhatikan kalau ada event di hotel adalah kebersihan toilet. Sounds simple yah tapi penting buat saya. Nah, salut banget nih sama Ashley Hotel karena kebetulan pas acara kemarin saya terpaksa bolak-balik ke toilet dan kebayang lah peserta acara banyak pasti pengguna toilet juga banyak kan, tapi kebersihannya tetap terjaga. Supply toilet paper tidak kehabisan dan overall the toilets are well kept and clean. Bravo!

Ashley Hotel Jakarta

Jl. KH. Wahid Hasyim No. 73-75. Menteng
Jakarta Pusat, Indonesia 10340

BloggerDay 2018 di Ashley Hotel Jakarta

Sudah lama saya nggak ikutan blogging event jadi kali ini rasanya special banget bisa ikut hadir merayakan hari jadi Blogger Crony dan berkenalan dengan banyak bloggers baru juga blogger-blogger yang sudah saya kenal sebelumnya.

Salut dengan tim Blogger Crony yang sudah merancang event ini dengan kekompakan juga totalitas luar biasa.

Photobooth Alfa Kreasi jadi incaran para bloggers dari awal sampai selesai acara. Rustic decornya pokoknya keren. Seru deh ngeliat aksi teman-teman bloggers berfoto di photo booth ini.

Photobooth Alfa Kreasi

Sebelum acara dimulai, kami sudah dimanjakan dengan coffee and tea juga snack dari Anns Bakehouse. Croissantsnya enak banget!

Snack from @annsbakehouse

Serunya acara Blogger Day 2018 ini bukan cuma jadi ajang temu kangen para bloggers tapi kami juga diberikan kesempatan untuk belajar lebih jauh lagi soal Transformasi Digital yang dibawakan oleh Mas Tuhu Nugraha dan didukung penuh oleh Indosat Ooredoo. Sesi ini sangat bermanfaat karena kita sebagai digital influencers diingatkan oleh Mas Tuhu untuk terus berinovasi kalau mau survive di dunia digital.

Untuk lunch break, peserta BloggerCrony Community 3rd Anniversary disuguhkan  Lunch box Tumpeng Ayu Dapur Solo yang kemasannya cantik banget dari Dapur Solo. Rasanya? Delicious!

Lunch box Tumpeng Ayu Dapur Solo

Indosat Ooredoo juga mengajak peserta untuk belajar mengenai Creative Writing dengan penggunaan Mind Mapping bareng Mas Anwari Natari. Sesi ini penuh tawa tapi insightful banget dan ilmu yang saya dapat bakalan berguna bukan cuma untuk kepentingan ngelog tapi untuk hal-hal lainnya.

Yang menurut saya adalah salah satu segmen istimewa dari BloggerCrony Community 3rd Anniversary adalah apresiasi Blogger Crony untuk membersnya yang juga entrepreneur dan ternyata banyak lho entrepreneurs kreatif yang berpartisipasi dan mendapatkan penghargaan BCC BloggerPreneur. Salut buat komunitas blogging yang mendukung anggotanya untuk mengembangkan bakat juga mengajak jadi creativepreneur! Oh ya, saya dapet doorprize dari salah satu BCC BloggerPreneur ini lho! Terima kasih @resepdapurayah!

BCC BloggerPreneur

Samosa Kering @resepdapurayah

Keseruan Blogger Day 2018 juga pastinya dimeriahkan oleh doorprize yang berlimpah dong. Mulai dari doorprize yang diselipkan di kursi dan bikin peserta heboh meraba-rama kursi masing-masing – sampai ada yang ngangkat kursi lho! Dari voucher Markamarie, voucher perawatan wajah dari Rejuve Skin Lab juga voucher Sandeeva Spa & Reflexology. BloggerCrony Community 3rd Anniversary benar-benar berlimpah hadiah.

MC yang super kocak dan bikin peserta awet muda karena kami ngakak terus. Snack yang berlimpah dengan coffee and tea bikin kami betah berlama-lama di Ashley Hotel.

Sekali lagi selamat untuk Blogger Crony dan semoga usia yang baru membawa semakin banyak kesuksesan buat BCC juga seluruh anggotanya.

All Bloggers BloggerDay 2018


Drama Pelakor

Awalnya saya nggak mau nulis soal drama pelakor yang lagi jadi semacam trending topik belakangan ini. Drama pelakor bertebaran di mana-mana.

Drama Pelakor

Drama Pelakor

Tapi kok ya lama-lama ikutan gemes untuk nulis karena hampir setiap hari saya melihat postingan di Facebook dari mereka yang menyerang, mencaci-maki, menghujat pelakor. Viral banget jadi ya mau nggak mau saya ikutan ngeliat. Dan jujur, ngebaca komen-komen itu sadis banget.

Pening cyin…

Yang bikin gregetan ini lebih ke justifikasi untuk cyber bullying dari mereka yang secara berjamaah ikut-ikutan menghakimi si Pelakor.

Di Single Moms Indonesia ada banyak banget kasus di mana perceraian terjadi karena ada sosok ketiga di dalam rumah tangga mereka. Ini juga kok yang kejadian sama saya.

Marah? Pengen jambak? Ya iya lah! Wajaaaar banget say namanya esmosi jiwa.

Tapi seperti yang selalu saya ingetin ke temen-temen di SMI, STOP fokus ke WIL (Wanita Idaman Lain) ini kenapa? Karena satu, kita nggak bisa ngendaliin pihak ketiga ini ya kan, lah suami aja kita nggak bisa kontrol kok kelakuannya! Yang bisa kita kendalikan hanya bagaimana kita bereaksi. We can only control ourselves, mak! Kedua? Suami (atau mantan suami) punya pilihan kok mau selingkuh atau nggak. They have free will! Celana mereka nggak jatuh dengan sendirinya setiap kali ada perempuan yang mendekat dan bermanis manja.

Saya ngerti banget gimana sakitnya dikhianatin pasangan yang awalnya berjanji sehidup semati. Bok, I’ve been there before! Dulu saya juga awalnya nyalahin pihak ketiga ini karena jujur nyalahin orang lain lebih gampang daripada berkaca dan instrospeksi ke dalam. Butuh waktu panjang untuk menyadari kalau saya nggak bisa nyalahin mereka aja tanpa meminta mantan juga bertanggung jawab atas pilihan-pilihan yang dia ambil.


  • Pelajari pola lakinya dong! Mbak-mbak, kalau dulu udah tau kalau lakinya playboy nggak jelas yang hobi gonta-ganti perempuan apa yang bikin dirimu yakin setelah nikah dia bakalan bertobat? Situ Tuhan bisa ngubah tabiat seseorang belum lagi kalau ternyata si laki ini sex addict! Damn, then you’re in for a rude awakening, honey! Setelah saya cerai saya baru tahu ternyata mantan suami punya sejarah panjang perselingkuhan. Jeeeeng jeeeeng…jadi emang beliau nggak bisa setia pada dasarnya dan saya waktu itu terbutakan cinta.
  • Kalau dulunya si laki suka ngejelek-jelekin mantannya ke kamu…duh Mbak ini mah red flag abis! Kenapa? Biasanya laki model begini yah SOP (Standard Operation Procedures)-nya sama. Dengan ngejelekin mantan (bisa mantan istri atau mantan pacar) dia kan lagi kampanye mencari simpati kamu. Naaaah, ini biasanya polanya keulang lagi di perempuan-perempuan lain yang jadi korban. Si Mbak-nya itu jatuh iba lalu jatuh cinta deh setelah denger Pak Suami terjajah bini dan tersiksa lahir batin. Again, ini juga kejadian sama saya.
  • Laki-laki itu bukan barang! Bukan objek yang bisa direbut, dicuri atau nggak punya otak – eeeh, tapi ada juga sih beberapa kasus yang si laki emang otaknya nggak ada (atau kejedot mungkin!). Yang namanya free will berlaku di sini. Enek lho saya baca komentar yang bilang “Yah namanya juga laki kayak kucing aja, kucing mana yang dikasih ikan nolak.” Jiahahahaha segitu hina dinanya self control kaum pria sampai disamakan dengan kucing yang nggak punya akal sehat? Duh, please deh stop dengan pembenaran-pembenaran patriarkis begini!


Dulu pernah saya nulis blog post penuh emosi jiwa waktu baca artikel soal laporan studi kepada cowok-cowok anak kuliahan yang katanya nggak bisa setia lalu artikel itu bilang “Ok, kalo begitu sah laki-laki memang tidak ditakdirkan untuk monogami.” Preeet!

Kesimpulan saya nih ya setelah banyak baca, banyak juga denger dari laki yang hobi main perempuan, dari perempuan yang sudi jadi pihak ketiga, dan dari perempuan yang milih untuk bercerai: it takes two to tango! Nggak bener dong kalo nyalahin perempuannya aja lah lakinya juga bangke!

Ada banyak lho Mbak kejadian di mana si pelakor ini malah nggak tahu kalau laki yang nguber-nguber dia itu masih punya anak bini dan belum resmi cerai alias yah ketepu juga sama Penjahat Kelamin eh, si laki. Ada juga yang terlena karena dijanjiin sama si laki kalau dia sedang proses cerai. Ada juga yang secara sadar ya emang bersedia jadi bini kedua, ketiga, dan seterusnya kalo ini sih ya udah lah biarin aja karma yang bales, Sis!

Saya setuju banget sama tulisan Neng Lita di blognya soal pelakor ini dan gimana kaum perempuan malah jadi saling berantem, gampar-gamparan sementara yang laki (PELAKU SELINGKUH!!!) dimaklumin dan dapet free pass karena “Yah namanya juga laki.” Ngok! Basi banget alesan begini.

Nah untuk kita para perempuan please deh, stop jadi pejuang jempol yang gampang banget nge-share tautan berita soal pelakor lalu ikutan mencaci-maki. Kita nggak pernah tahu kondisi sebenarnya dari pernikahan orang lain. Paling gampang sih emang klik share tapi pleaseee belajar menahan diri. Belajar untuk lebih bijak berinternet ria. Nggak semua yang kita lihat itu perlu dishare ulang apalagi dibumbui emosi.

Setuju Bu-Ibu?

Cus lah, mendingan kita ngopi-ngopi aja ngomongin hal-hal berguna yang bikin kita jadi pribadi-pribadi lebih baik. Ada amin saudara-saudara?!


Royal Safari Garden Resort for Your Next Weekend Getaway

Being a big city dweller means weekend getaway is a must for me.  This time we picked the Royal Safari Garden Resort & Convention. We decided to brace the mad traffic to go to Bogor and it was totally worth it!

Royal Safari Garden Resort for Your Next Weekend Getaway

Royal Safari Garden Resort Review


Situated in Puncak, Bogor, it will take you roughly 2 hours drive from Jakarta. It’s 67.2km (almost 42 miles) from the city. My suggestion, leave a bit early to avoid the congested traffic of people leaving town.

Check-in Process:

Royal Safari Garden Resort Lobby

We got there a bit early. There were some renovations going on outside the resort’s entrance so you need to pay close attention or you will miss the turn. The lobby is quite big with a gift shop loaded with souvenirs that drew my son also niece and nephew’s attention rather quickly.

Check-in process was quick and seamless. We were offered a ride on their buggy cart. We were then dropped nearby the Bird Sanctuary to catch some birds show with the kids. From there we decided to explore Royal Safari Garden Resort by foot. There’s definitely plenty of things to see in their 140.000 sqm place. That’s a huge place!

Our Room

We stayed at their Girrafe Suite, a rather newish addition to their property. We got a connecting room that was like a dream come true for the kids as it gives them plenty of room to roam around. The bed was comfy, the decorations in alignment with Giraffe theme and made for a conversational piece with my niece who loves animals. Room size wisely is pretty big with a balcony facing a small lawn and plenty of pine trees to give you fresh airs.

There’s a mini kitchen in our rooms, equipped with medium size fridge, a sink, complete utensils to eat in the room, plus a dining table.

The bathroom has a rain shower strong enough to wash away the stiffness from being in the car for nearly 2 hours and they provide complete amenities.

We love their welcome snacks tray!


For our first meals there, we picked to dine at Sky Garden Resto & Lounge. Located on the rooftop of their Leopard room. Oh, the VIEW! Seriously, it was the view that got me sold. You could see the mountains, pine trees…inhale the fresh mountain air. Food wisely, they served us delicious meals and their options are great to cater for the whole family. After we enjoyed our meals, we just hang out there and try not to fall asleep from the soothing wind and view.

Breakfast took place at their huge Arumba Resto. There were so many breakfast options to choose from. Fancy some local delicacies? They got them! What I love the most is how they also display and sell their own hydroponic harvested vegetables. Really a great idea since they already have the land and to become self-sustainable? Bravo! Don’t forget to grab some fresh veggies before you go back home.

Activities for the whole Family

At Royal Safari Garden Resort you have so many activities to choose from such as:

  • Animals Education. Here you could let the kids pet and feed cute fluffy bunnies, ponies, and birds. They could also ride horses, get up close and personal with their gentle elephants, ride a camel or a visit to the Reptile Island. All great activities to introduce and educate children about different animals.
  • Joy Rides! From the kiddies train that circled a mini golf venue to the classic bumper car ride or the fun paddle boats across their lake and sees their huge koi fishes. Want to seek some adrenaline rush? Then feel free to try their flying fox. We love the Segway! It was so much fun.  You could even rent a bicycle to explore the resort.
  • Water Park. This we missed because of the rain and truly, one day there isn’t enough to explore everything but hey, the more reasons for us to return soon!

There are plenty of activities to choose from for you and your family at the Royal Safari Resort if you need help just ask the front office and they’ll be happy to assist you.

Overal, we were happy to spend a weekend there albeit the rain. Would I recommend the place? For sure!

Thank you, Royal Safari Garden! We’ll be back.

Royal Safari Garden Resort & ConventionRoyal Safari Garden Resort & ConventionJl. Raya Puncak – Cisarua No.601, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Indonesia
Phone:+62 251 825 3000

Disclaimer: We were guests at Royal Safari Garden Resort & Convention but this has not influenced my opinion of the hotel.


Royal Safari Garden Resort Review

Hidup dan tinggal di Jakarta yang sudah penuh sesak bikin Weekend Getaway menjadi kebutuhan buat saya pribadi.

Weekend Getaway Keluarga di Royal Safari Garden Resort & Convention

Pilihan edisi ngabur sekejab dari Jakarta akhirnya jatuh pada Royal Safari GardenResort and Convention.

Bermacet-macet menuju Bogor akhirnya terbayarkan dengan udara segar juga pemandangan hijau yang bikin hati adem begitu memasuki Royal Safari Garden Hotel ini.

Proses check-in di lobby mereka yang luas juga berjalan cepat banget walaupun kami datang lebih cepat dari standar waktu yang seharusnya jam 2 siang, tapi ternyata kamar kami sudah siap.

Royal Safari Garden Resort Lobby

Sementara saya check-in, dua keponakan saya juga anak lanangku sudah heboh menjelajah gift shop yang juga ada di area lobi. Souvenir lucu-lucu mulai dari tote bag (yang asli lucu banget!) sampai boneka-boneka binatang bertebaran di dalam gift shop. Para krucils pun langsung memilih souvenir yang mereka mau.

Gift Shop

Beres check-in, buggy car sudah siap nungguin kami di depan pintu lobi. Bocah-bocah pun kegirangan nan heboh. Sesungguhnya mungkin kami keluarga paling heboh saat proses check-in hari itu.


Buggy car mengantarkan kami untuk nonton atraksi burung, kami lalu memutuskan untuk berjalan mengeksplor wahana lain yang banyak banget di Royal Safari Garden. Kami melihat Iweng dan Clara dua gajah yang digunakan untuk wahana gajah tunggang.

Mengingat kami belum makan siang, kami memutuskan untuk makan di restoran hotel saja. Restaurant Sky Garden dengan nuansa terbuka ini benar-benar bukan hanya memanjakan lidah dengan kualitas rasa yang nikmat tapi juga karena pemandangan ke arah gunung yang oh, so beautiful! Semilir angin sejuk bikin mata jadi berat setelah kami kekenyangan.

Tidak lama karena bocah-bocah sudah mulai kecapean kami memutuskan untuk ke kamar saja.

Giraffe Suite

Kami dapat kamar di lantai 3. Gedung untuk Giraffe Suite ini terpisah dari tipe kamar lainnya.Di Royal Safari Garden ini ada banyak banget pilihan tipe kamar yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari Bungalow dengan 2 atau 3 kamar sampai Suite.

Termasuk tipe kamar yang baru, Giraffe Suite menawarkan lebih dari sekedar kamar lho ternyata. Ada dapur kecil di pojok dekat pintu masuk. Lengkap dengan peralatan makan, sink untuk cuci piring dan tangan juga kulkas berukuran sedang. Meja makan yang cukup untuk 4 orang juga disediakan. Dekor interior kamar juga disesuaikan lho dengan namanya, Giraffe. Keponakan saya yang cewek jatuh cinta dengan mural besar di dinding kamar bergambar dua jerapah.

Yang saya suka banget? Welcome hamper berisi cemilan yang ditata cantik di atas tray berbalut daun pisang. Coba lihat keponakan saya saja nggak sabar buat nyobain cemilan ini.

Layout Giraffe Suite juga cukup luas, ada sofa kecil untuk bersantai. Salah satu bagian favorite bocah-bocah adalah rak TV yang bisa diputar 360 derajat. Jadi kebayang dong bisa leyeh-leyeh nonton TV sambil rebahan di Kasur empuk atau sambil duduk santai di sofa. Seru ya.

Bagian favorite saya adalah balkonnya! Pemandangan dari balkon cantiiiiik banget. Pohon-pohon pinus hijau, suara-suara burung…udara segar. Ah, bahagia banget rasanya paru-paru saya bisa menghirup udara segar. Ada dua kursi di balkon untuk bersantai sambil minum kopi.

Sayangnya cuaca agak kurang bersahabat sore itu karena Bogor hujan lebat sampai malam hari. Jadi kami tidak sempat menjelajah lebih banyak fasilitas Royal Safari Garden. Tapi kami cukup bahagia dengan bersantai di kamar apalagi kami menempati connecting room. Jadi keponakan-keponakan saya bebas berlari dari kamar satu ke kamar lainnya.

Kamar mandi juga luas dengan rainshower yang pas banget buat nyegerin badan yang lelah. Serasa dipijit di bawah shower. Ah, nikmat lah pokoknya!

Oh ya lokasi Royal Safari Garden ini juga dekat dengan banyak tempat makan di sepanjang jalur kearah puncak lho jadi kalau kalian seperti saya dan adik saya yang suka terserang lapar tengah malam, gampang kok cari makan keluar hotel.

Serunya lagi karena menginap di Royal Safari Garden, setiap tamu otomatis dapat diskon khusus untuk tiket masuk ke Taman Safari yang memang satu group dengan hotel ini. Seru yah, jadi bisa sekalian jalan-jalan ke Taman Safari kalau mau. Cobain night safari mereka deh!

Tidur rasanya pules banget apalagi terbangun dengan suara-suara alam. Disambut udara segar kami memutuskan untuk ngikutin tips kecil dari sahabat saya untuk naik ke lantai paling atas. Di lantai 4 yang nantinya akan dibangun roof top cafe pemandangan 360 derajat bener-bener cantik! Gunung dan semua yang hijau bikin hati adem.

Untuk sarapan kami menuju Arumba resto yang letaknya tidak jauh dari Giraffe Suite. Restaurant berukuran sangat luas ini sudah ramai saat kami tiba. Pilihan menu sarapan juga beragam banget. Mulai dari yang tradisional seperti bubur ayam bahkan nasi liwet juga ada.

Sarapan ditemani alunan musik Sunda tradisional kok bikin makan makin lahap yah atau mungkin saya sedang lapar hahaha.

Yang seru di dekat pintu masuk ke dalam restaurant ada stand kecil yang jualan sayuran organic hydroponic hasil dari kebun Royal Safari Garden sendiri lho. Wah salut banget, sayurannya bener-bener fresh from their own garden. Bravo for pioneering self-sustainability!

Ada juga seekor burung cantik bersama pawangnya yang bisa diajak berfoto hanya dengan biaya IDR 10,000! Ini jadi incaran anak-anak, si burung ini dikerumunin anak-anak yang mau mengelus atau berfoto.

Kenyang sarapan kami memutuskan untuk naik perahu di kolam yang isinya penuh ikan koi berukuran jumbo. Perahu yang didayung oleh kaki ini lumayan jadi semacam olahraga pagi.

Activities for the whole family

Yang special dari Royal Safari Garden ini adalah beragam aktifitas yang dikemas untuk seluruh keluarga dalam satu tempat.

Lelah jalan kaki? Sewa sepeda tandem bahkan Segway untuk berkeliling atau ‘menumpang’ di buggy car berukuran besar yang rutin keliling kawasan Royal Safari Garden.

Bukan cuma permainan untuk anak-anak seperti bumpy car, kereta anak-anak, sampai mini golf tapi banyak banget bagian edukasi yang tersedia seperti Taman Burung. Di taman burung, kita bisa memberi makan (make sure you bought the bird food ya jangan dikasih makanan manusia!) burung-burung cantik sambil terpukau dengan burung merak albino yang mondar-mandir dengan bebasnya. Duh sayang kami tidak sempat melihat buruk merak albino ini mengembangkan sayapnya. Pasti cantik banget ya.

Wahana naik gajah juga sempat kami coba walaupun sejujurnya saya merasa agak sedikit perang batin karena ada perasaan nggak tega naikin Iweng. Gajah yang umurnya sudah tua ini sangat gentle dan sudah terbiasa dengan manusia. Tapi saya bahagia banget bisa mengedukasi anak-anak mengenai gimana gajah ini perlu kita lindungi. Rasanya saya pengen memeluk Iweng setelah kami selesai menaiki dia selama beberapa menit.

Selain itu ada juga wahana untuk naik kuda buat anak-anak dan naik unta kalau mau. Untanya bernama Jeniffer yang aslinya didatangkan dari Australia. Ada petting zoo kecil yang isinya kuda poni yang bisa dipegang-pegang dan disayang-sayang. Ada juga kelinci-kelinci yang bisa dikasih makan lho. Gemesin pokoknya.

Karena luasnya yang gede banget, weekend saja rasanya nggak cukup untuk menikmati semua fasilitas dan hiburan di Royal Safari Garden ini. Kolam renangnya saja cantik gini coba. Anak-anak nggak mau pulang. Malah anak saya sempat ngambek hahaha.

Sepertinya memang nanti kami harus kembali lagi ke Royal Safari Garden!

Sudah pernah merasakan keseruan liburan keluarga di Royal Safari Garden belum? Silahkan hubungi mereka to plan your getaway. I assure you it is so worth it and you will have an unforgettable experience there.

Terima kasih Royal Safari Garden! We’ll be back.

Royal Safari Garden Resort & ConventionRoyal Safari Garden Resort & ConventionJl. Raya Puncak – Cisarua No.601, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Indonesia
Phone:+62 251 825 3000

Disclaimer: We were guests at Royal Safari Garden Resort & Convention but this has not influenced my opinion of the hotel.


6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris

Sebenarnya sudah lama saya pengen nulis soal ini tapi karena banyak alesan – yes, too much excuses lah sebenernya – jadi ketunda-tunda terus. So, kali ini saya share beberapa tips blogging dalam Bahasa Inggris untuk yang tertarik ngeblog in English.

6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris

6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris

Disclaimer dulu ya saya bukan guru Bahasa Inggris dan tips di bawah ini purely dari pengalaman nulis dalam Bahasa Inggris selama ini. Untuk yang baru kenal, saya sudah ngeblog dari tahun 2004 dan mayoritas tulisan saya memang berbahasa Inggris.

Kenapa Bahasa Inggris sih? Sebenarnya ini lebih ke pilihan pribadi alias personal preferences aja, saya sudah jatuh hati nulis dalam Bahasa Inggris dari SMP. Menurut saya, English is a beautiful language karena satu kata bisa memiliki banyak arti dan makna tergantung penggunaannya. Oh ya, saya juga sudah beberapa tahun ini rutin menjadi kontributor di World Moms Network, sebuah portal yang isinya penulis Ibu-Ibu dari beragam negara. Tulisan saya juga beberapa sudah dimuat di website berbasis Bahasa Inggris lainnya.

Okay, so here are my tips:

1. Beranikan Diri Untuk Menulis!

Ini modal utama dulu, sama seperti dengan berbicara dalam Bahasa Inggris, kebanyakan dari kita suka malu untuk memulai karena takut dianggap tidak sempurna. Prinsipnya sama dengan blogging dalam Bahasa Inggris. Mulai saja dulu, nggak usah malu. Saya aja kadang kalau baca-baca lagi tulisan lama suka malu sendiri takjub karena sekarang bisa ngenalin kesalahan-kesalahan yang dulunya nggak saya sadari. Practice makes perfect! Belum berani publish di blog? Coba dimulai dengan menulis journal/diary di rumah.

2. Sering-sering Baca.

Ini serius lho! To be able to write beautifuly, then you must read and read often! Kenapa penting? Karena dengan sering baca buku atau artikel berbahasa Inggris kosakata juga akan bertambah, kita jadi bisa mengenali kalimat-kalimat yang tertulis dengan indah. Boleh juga sering-sering mampir di blog saya trus komen, ya itung-itung sekalian latihan kan?

3. Jangan Menterjemahkan Secara Letterlijk!

Contohnya begini: Kita pengen nulis “Saya belum paham cara menulis dalam Bahasa Inggris.”

Ada dua terjemahan nih:

“I do not understand how writing in English.” 


“I have yet to master the art of writing in English” 

Kira-kira mana yang lebih enak dibaca (atau didengar?)

Menterjemahkan secara letterlijk alias per kata kadang justru membuat kalimatnya jadi aneh. Intinya, jangan menulis dengan menterjemahkan kata per kata, sebaiknya pikirkan kalimat yang mau kita tulis dalam bahasa Inggris jadi nanti tinggal dirapihkan saja. Kecuali kalian penterjemah handal boleh lah menterjemahkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris (believe me, translation is hard work!)

4. Spell Check! Spell Check! 

Nah, mau tau rahasia spell check untuk memastikan tulisan kita nggak ada yang salah? Ladies and gentlemen, meet Grammarly! Grammarly ini bukan hanya ngecheck spelling kita tapi juga memeriksa grammar, punctuation, sampai pilihan kata. Pokoknya ini program tercinta saya deh! Untuk pengguna Chrome bisa menginstal app-nya juga jadi bisa makin PD kan blogging pake Bahasa Inggris.

5. Keep it Simple!

Blogging kan dasarnya lahir dari hobi menulis kan, so make it fun! Nggak usah gunakan kosakata Bahasa Inggris yang baku banget. Kita bukan sedang nulis literatur kelas tinggi atau even worse, thesis kan? Jadi gunakan saja kosa kata sederhana. Lama-lama kosa kata juga akan berkembang dengan semakin banyak latihan.

6. Berhenti Mengejar Kesempurnaan!

Seriously tho, menulis dengan baik (juga enak dibaca dalam Bahasa Ingggris) emang susah-susah gampang. Saya saja sampai saat ini masih merasa I can do better than this, alias masih merasa tulisan saya bisa lebih baik lagi. Selalu ada keinginan untuk memperbaiki cara menulis and that’s a good thing! Tapi perlu diingat juga bahwa proses belajar ini adalah proses gradual. Jadi semakin sering kita menulis, semakin bagus juga kualitas tulisan kita nantinya walaupun nggak ada jaminan juga kalau tulisan kita suatu saat dimuat di New York Times misalnya.

[Tweet “6 Tips Blogging Dalam Bahasa Inggris “]

Jadi gimana? Yuk, tahun ini beranikan diri untuk lebih nyaman ngeblog dalam Bahasa Inggris.


Write Anyway


Write Anyway Yesterday I wanted to write…

Two weeks ago I wanted to write…

A month ago I wanted to write…

But I couldn’t bring myself to transfer these thoughts and feelings into tangible words.

And today he – the one I love – reminded me if it is a scary thing to write then I should dive deep and write the hell out of how I feel. He always encourages me to choose to face the scary bits, the uncharted venues. Thank you, my love!

That morning as I sat there barely going through my first cup of coffee when I got the message.

6:43 am on December 12, 2017…what supposed to be a nerve wrecking Tuesday from the huge project that I needed to handle, our world shook.

My son’s father, my ex-husband passed away that morning.

Tears flow silently as I sat there holding my coffee cup and stared at my phone.

I message his mother back. My boy needs to see his father. They let him come to the funeral home by noon.

Almost in a panic mode, I messaged my families. I needed them to take my boy there because I couldn’t leave the project. The event must go on and there’s no one who could replace me.

How to tell my son?! My heart raced and breaking at the same time. He needs to know. So I sat him down and broke the news as gently as I could.

I will never be able to forget the wailing sounds that came from his trembling body as he collapsed into my arms.

We sat there both crying and I could only repeat myself telling him that his Daddy loves him so much. God, that pain in his eyes…I wish I could take all of his pain away! But I can’t…I can only let him cry it out.

I am stricken with guilt, helplessness, and sadness.

My family…God, what would I do without them?! They came together and held my son close while I must drag myself to get the job done. They let him cried as much as he needed to, they took him to the funeral home. They give him all their love while his tender heart is breaking.

I came to my event with swollen eyes and guilt so heavily blanketed my whole being that I had to put on an autopilot mode to get my job done.

Remember you need to prepare yourself too, Maureen.

The words from the school counselor I met a few months ago played in my head constantly.

When she mentioned that, I brushed it off. My main concerns and focus were to help my boy. I have been worried sick since the day my ex told me he had cancer over 2 years ago.

Grief caught me off guard!

I was NOT ready for the waves of emotions that came out of nowhere and paralyzed me. It went from sadness to anger. I had a lot to process too.

Yes, I was angry at my ex for making me the one that had to tell him the most heartbreaking news in his 11 years of life! I was angry because he had asked me not mention anything when they found out his cancer had spread. I was angry we couldn’t attend his funeral!

There was a lot of frustrations at the end of his battle. I know he has fought very hard and in his own ways he did what he did because he didn’t want our son to remember him being in a bad shape.

It took me awhile to stop being angry. I cannot change what has happened. It is beyond my control.

I wanted to say that I handled everything with grace…but no, not so much. It was a struggle to come to terms with his passing.

I am just thankful that he and I had been on really good terms when he passed away. We were like friends until the very end. For that, I am grateful. He and I had had our closure months ago.

It’s only been a little over a month and I still monitor my son’s closely. Please keep my son in your prayers or please send him healing thoughts as we both journey on.