Hypnotherapy

 

Apa yang ada di bayangan kamu jika mendengar kata hypnotherapy?

 

Sleep?

Seperti adegan di film-film? Si penghipnotis mengayunkan pocket watch di depan wajah kita dan kita mendadak tidak sadar dalam hitungan detik?

Atau seperti acara di televisi lokal yang tujuannya hanya untuk hiburan? Si ‘korban’ terhipnotis dan bicara jujur buka-buka rahasia?

Kalau kamu menganggap itulah hypnotheraphy maka kamu salah besar!

Saya pun tidak tahu banyak soal hipnotis-hipnotisan ini. Malah kalau boleh jujur awalnya saya agak sedikit parno, takut bahkan untuk mencoba hypnotheraphy ini.

Untungnya ‘kebetulan’ – dalam tanda kutip karena saya tidak percaya dengan unsur kebetulan – everything that happened in my life is for a reason that’s why I don’t believe inkebetulan’ – salah satu sahabat saya, Diana pernah menginformasikan bahwa dia baru saja selesai di ‘training’ oleh salah seorang hypnotherapist ternama di Jakarta.

Setelah mengobrol soal hypnotherapy ini saya pun bersedia menjadi ‘kelinci percobaan’. Sebelum saya menyetujui untuk di hypnotherapy saya memang sedang mengalami masa-masa tergelap dalam hidup. Bisa di bilang I’ve been through hell and back dan setelah google-google, saya jadi semakin mantap mau mencoba hypnotherapy untuk membantu masalah pribadi saya ini. Maaf, saya tidak bisa menceritakan di sini masalah tersebut apa.

Maka di Sabtu siang beberapa minggu yang lalu saya berangkat menemui Diana di Bogor.

Dalam perjalanan di kereta dari stasiun dekat kantor menuju stasiun Bogor saya sudah dag dig dug. Nervous banget! Walaupun sudah membaca-baca prosedur hypnotherapy online juga setelah di beri penjelasan oleh Diana, saya masih saja gugup.

Untungnya walaupun kami bersahabat, Diana tidak langsung mendudukan saya untuk proses hypnotherapy. Kami makan siang berdua dulu – mie ayamnya enak, Di! – sambil saya ceritakan alasan saya kenapa mau mencoba hypnotherapy.

Elo nggak akan ngelupain masa lalu elo. Yang udah kejadian itu sudah jadi bagian hidup lo.” Diana menjelaskan proses hypnotherapy lebih mendalam lagi. “Yang mau kita lakukan itu supaya kadar memori-nya kita kurangi aja. Kita simpan dalam kotak lah instilahnya.

Trus buang koncinya yah?!I don’t want to be haunted anymore!

Tadinya saya sempat ragu apakah proses hypnotherapy ini bisa berjalan lancar mengingat Diana teman saya sendiri, teman ketawa, teman travelling, teman suka duka deh.

Tapi ternyata sukses loh!

Setelah saya merasa siap, saya berbaring di tempat tidur. Karena saya belakangan senang mendengarkan musik binaural dari suatu app relaksasi yang ada di iPhone saya, maka saya tanya apakah boleh musik itu di pasang. Ternyata boleh!

Diantara alunan musik yang memang gunanya membuat relaks itu, Diana mulai berbicara lembut. Mata saya pejamkan, napas di atur. Menarik napas dari hidung dan menghembuskan keluar dari mulut secara perlahan. Lama kelamaan saya pun merasa santai, relaks.

Saya dalam keadaan sadar kok. Saya bisa mendengar bunyi lembut musik, suara Diana, bahkan suara AC yang berbunyi pelan.

Saat saya dalam keadaan relaks itu tiba-tiba badan saya seperti terkaget. Felt like my body was jerking up tapi saya tetap dalam posisi terbaring. Sulit untuk mejelaskannya, tapi rasanya seperti saat kita sudah hampir tertidur dan terbangun kaget? Ya seperti itu! Ternyata Diana juga melihat reaksi saya itu.

Menurut Diana itu normal karena kondisi tubuh saya yang tenang, relaks sementara otak masih bekerja secara maksimal. So, in a way my brain tried to wake me up!

Rasanya di hypnotherapy? Relaks banget! Saya rasanya tidak mau bangun sangking keenakannya. Mengingat beberapa minggu terakhir sebelumnya tidur saya bisa di bilang berantakan, merasakan relaksasi seperti itu rasanya enak banget!

Sepanjang perjalanan pulang saya tidak berhenti menguap sampai di tertawakan hypnotherapist saya! Dan benar saja, sejak hypno tidur saya setiap malam lebih pulas, lebih enak, lebih cepat tidur.

Bonusnya? Nightmare dan flashbacks saya tidak ada lagi. Saya tidak sabar untuk sesi kedua! Thanks Diana!

Mau mencoba sendiri? Silahkan contact Diana melalui twitternya: @dianabalinda

 

photo by:


Dave-F

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment *






CommentLuv badge