Harapan Untuk Dia

[warning]You can read the English version here[/warning]

Menulis hal yang susah itu nggak pernah gampang.

Tapi menulis itu selalu menyembuhkan walaupun tulisannya nggak di publish sekalipun.

Membongkar-bongkar tulisan saya beberapa bulan terakhir ini dibagian ‘draft’ bikin saya nangis lagi.

Pisces banget yah?

Walaupun saya tahu saya nggak butuh ngejelasin ke siapa-siapa. Saya nggak perlu ngasih penjelasan apa yang bikin hati saya hancur berantakan.

Tapi saya sudah banyak banget nulis soal dia. Saya memparadekan hubungan kita di dunia sosial media. Makanya saya ngerasa berakhirnya hubungan ini pun perlu di cache oleh mas Google.

Coming full circle.

Dan saat saya nulis tulisan ini saya masih berduka banget…kita berdua sama-sama berduka. Saya tahu dia juga ngerasa sakit. Melepaskan sesorang yang kamu sayang dan yang masih sayang sama kamu nggak akan pernah gampang tapi itulah realita kita saat ini.

Waktu yang akan nyembuhin kalau kata orang…dan saat ini saya hanya bisa membiarkan perasaan sedih itu datang sesukanya seperti ombak besar. Ombak besar yang datang memporak-porandakan semuanya dan menyapu bersih apa yang bisa hanyut. Saya nggak mau ngelawan perasaan ini. Saya nggak akan bilang “Udah sih! Move on!No, karena saya sadar banget ini adalah proses berduka yang sehat. Kalau saya paksain untuk pura-pura get over it malah saya akan memperlambat proses penyembuhan itu sendiri. So, ya saya nangis, mewek, ngejerit sambil mukanya ditutup bantal atau selimut supaya nggak kedengaran siapa-siapa.

Saya sadar suatu hari nanti ombak besar itu bakalan jadi ombak yang tenang, itu buat saya sudah jadi harapan kok. Mungkin rasa sakit itu bakalan masih tetap ada dan masih bakalan ngilu tapi hidup juga tetap jalan.

Saya beruntung punya support system yang luar biasa, teman-teman yang sayang sama saya juga keluarga. Saya juga harus ngebantu anak saya yang juga patah hati karena perpisahan kami. Saya juga harus merawat diri saya sendiri.

Di atas segalanya, saya sangat berterima kasih untuk cinta yang sudah dia berikan. Untuk kenangan indah yang sudah kami jalin selama hampir dua tahun.

Saya harap dia akan baik-baik saja, saya harap dia akan menemukan ketenangan, saya juga berharap waktu akan menyembukan dia…saya berharap kemana pun dia akan pergi dia akan selalu baik-baik saja dan selalu dapat yang terbaik.

Take care, D…

I love you.
M

My Wish For You

Comments

comments

Follow:
Maureen

Lifestyle and travel blogger, founder of Single Moms Indonesia on a quest of finding joy in everyday life and living life to the fullest with kindness, compassion, grace and a bit of sass.

Find me on: Twitter | Facebook

Share:

5 Comments

  1. February 2, 2015 / 12:43 pm

    Ohh Yen, sedih juga bacanya. I thought you were still together until last week I read your post on FB. Well, cry as much as you want, scream if you need, give yourself time to mourn, to heal. Only time can tell and heal your broken heart. Big hugs from me. xx

  2. April 7, 2015 / 9:28 pm

    Hebat ya mak dirimu. Dalam kondisi down, tulisannya masih kereeen…saluuut.
    xaveria recently posted..Menyapa BorobudurMy Profile

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.